Ilustrasi
Dream - Dompet pemerintah kembali bertambah tebal. Kali ini pemerintah mendapat tambahan pemasukan dari lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara senilai Rp 245 miliar.
Mengutip keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Rabu, 16 Juli 2014, total penawaran untuk tiga seri sukuk yang dilelang kemarin mencapai sekitar Rp 1,59 triliun.
Dari ketiga seri sukuk yang dilelang yaitu SPSN-S02012015, PBS005, dan PBS006, jumlah penawaran tertinggi terjadi pada sukuk seri SPSN-S02012015 sebesar Rp 1,27 triliun. Diikuti oleh PBS 005 sebesar Rp 179 miliar dan PBS006 senilai Rp 145 miliar.
Meski mencatat penawaran tertinggi, pemerintah menetapkan tidak ada penawaran pembelian yang dimenangkan untuk sukuk seri SPSN-S02012015.
" Keputusan ini mengingat penawaran imbal hasil (yield) yang dikehendaki investor tidak sesuai dengan harga acuan yang dianggap wajar oleh pemerintah," ujar Plh Dirjen Pengelolaan Utang, Purwiyanto dalam keterangan tertulisnya.
Yield terendah yang diajukan untuk sukuk seri SPSN-S02012015 adalah 6,71875 persen sementara tertinggi 7,31250 persen.
Untuk dua sukuk lainnya, pemerintah menetapkan pemenang masing-masing bernilai Rp 130 miliar untuk seri PBS005 dan Rp 115 miliar untuk seri PBS006.
Seri PBS005 yang akan jatuh tempo pada 15 April 2043 menawarkan imbal hasil 6,75 persen, dan seri PBS006 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2020 menawarkan imbal hasil sebesar 8,25 persen. (Ism)
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?


Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan