Mandiri Syariah Siapkan Fasilitas Pembiayaan Kendaraan Rp500 M untuk MUF

Reporter : Syahid Latif
Senin, 14 September 2020 18:12
Mandiri Syariah Siapkan Fasilitas Pembiayaan Kendaraan Rp500 M untuk MUF
Masyarakat bisa membeli mobil baru atau bekas serta sepeda motor baru dengan pembiayaan yang disediakan Mandiri Syariah

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) siap menyalurkan pembiayaan sebesar Rp500 miliar kepada Mandiri Utama Finance (MUF). Dana itu dialokasikan untuk masyarakat yang ingin memiliki mobil baru atau bekas serta sepeda motor baru.

Alokasi dana itu merupakan salah satu bagian dari penandatanganan kerja sama antara Mandiri Syariah dan MUF untuk memperluas layanan pembiayaan kepemilikan kendaraan (otomotif) secara joint financing dengan skema syariah.
 
Sinergi lain yang disiapkan kedua anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu adalah optimalisasi customer base serta perluasan jaringan pemasaran MUF.

Penandatanganan kerja sama dilakukan secara virtual oleh Direktur Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho dan Direktur MUF Rita Mustika serta disaksikan oleh SEVP Mandiri Syariah Karya Prasetya Budi, Pejabat Executive MUF Yusuf Budi Baik, serta SVP MUF Abdul Rochim di Jakarta, Senin, 14 September 2020.

Direktur Finance, Strategy & Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho meyakini kerjasama ini akan menunjang pertumbuhan bisnis bagi kedua perusahaan dengan memanfaatkan core competence masing-masing perusahaan. “ Setiap perusahaan memiliki core competence," ungkapnya.

 

1 dari 2 halaman

DPK Mandiri Syariah Jadi Andalan

Sampai dengan Juni 2020, Mandiri Syariah melaporkan kekuatan Dana Pihak Ketiaga (DPK) khususnya tabungan telah mencapai Rp42,52 triliun atau tumbuh 17,04 persen year on year (yoy). Kondisi ini membuat Mandiri Syariah dinilai memiliki kekuatan likuiditas yang bisa disinergikan dengan MUF. " Kerjasama ini juga implementasi core values BUMN yaitu AKHLAK khususnya poin terkait kolaboratif," jelas Ade Cahyo.

Di tahap awal, Mandiri Syariah siap menyalurkan pembiayaan kepada MUF sebesar Rp500 miliar selain mendukung dalam penyediaan infrastruktur IT, jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia dan likuiditas yang kuat untuk memastikan ekspansi pembiayaan lebih luas. 

Hingga paruh pertama 2020, pembiayaan retail Mandiri Syariah dilaporkan tumbuh baik dengan kualitas pembiayaan bermasalah (NPF) terjaga di level 1,1 persen. Pencapaian ini tak lepas dari fokus pertumbuhan di target segmen.

Portofolio pembiayaan kendaraan yang diberi nama program Kendaraan Berkah per Juni 2020 sebesar Rp2,7 triliun sejak dilaunching secara nasional di awal tahun 2018. Pembiayaan Kendaraan Berkah ini menguasai 32 persen market share syariah dengan NPF di bawah 1 persen.

Sinergi strategis dengan MUF Syariah diharapkan akan lebih meningkatkan market share pembiayan kendaraan syariah lebih dari 40 persen.

Mandiri Syariah dan Mandiri Utama Finance© Mandiri Syariah

 

2 dari 2 halaman

MUF Andalkan Kekuatan Jaringan

Sementara itu, Direktur MUF Rita Mustika optimistis dengan jaringan luas yang telah dimiliki MUF ditambah kolaborasi dengan Mandiri Syariah akan membuat pelanggan semakin dimudahkan untuk memiliki kendaraan dengan prinsip Syariah.

MUF tercatat memiliki 109 kantor jaringan di seluruh Indonesia, termasuk kantor cabang Aceh yang telah memiliki izin Kantor Cabang Unit Syariah (KCUS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengikuti Qanun Aceh No. 11 tahun 2018 yang menerapkan prinsip syariah untuk seluruh transaksi keuangan. Disamping itu, MUF juga telah memiliki 22 jaringan Kantor Cabang Unit Syariah di seluruh Indonesia.

Rita menambahkan dengan core competence yang dimiliki MUF maka akan memperkuat sinergi dengan BSM. MUF memiliki varian produk yang lengkap serta didukung oleh 6.978 jaringan dealer dan showroom rekanan yang tersebar di seluruh Indonesia. MUF saat ini juga telah mengelola aset sebesar 11.5 triliun sampai akhir Agustus 2020.

Dari kerja sama ini kedua perusahaan diharapkan bisa melakukan efisiensi baik dari aspek biaya, sumber daya, maupun proses pembiayaan. Kualitas pembiayaan pun diharapkan dapat lebih terjaga karena didukung oleh eligible customer dari masing-masing perusahaan.

Bagi nasabah, kerja sama ini diharapkan bisa membuat semakin banyaknya pilihan produk yang kompetitif di pasar syariah. Nasabah juga akan semakin mudah dalam melakukan pembayaran angsuran karena dapat dilakukan di payment channel kedua perusahaan.

“ Tujuan yang tak kalah penting dari sinergi ini adalah untuk meningkatkan peranan bank syariah dalam peningkatan literasi keuangan syariah sesuai amanah Pemerintah Republik Indonesia sehingga berdampak pada perekonomian nasional, pungkas Ade Cahyo.

Beri Komentar