Menko Airlangga: 55 BWM Salurkan Pembiayaan Rp31,5 M

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 Desember 2019 17:36
Menko Airlangga: 55 BWM Salurkan Pembiayaan Rp31,5 M
Angkanya lebih kecil daripada KUR dan Jaring.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan 55 Bank Wakaf Mikro (BWM) yang sudah ada telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp31,5 miliar. Jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp127 triliun dan Jaring (untuk nelayan) sebesar Rp31,7 triliun.

Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 10 Desember 2019, Airlangga mengatakan BWM merupakan jenis pembiayaan yang disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Pembiayaan ini ditujukan bagi pelaku usaha UMKM.

" Program yang bisa jangkau UMKM adalah Bank Wakaf Mikro di bawah pengawasan OJK. Bank Wakaf Mikro tanpa agunan dan nilai maksimum Rp5 juta dengan margin setara 3 persen," kata dia.

1 dari 5 halaman

Buat Regulasi Keuangan Inklusif

Ke depan, Pemerintah akan membuat regulasi keuangan inklusif. Regulasi ini nantinya mengatur ekosistem keuangan selain BWM.

Airlangga berharap pemerintah daerah mampu mendorong masyarakat memanfaatkan pembiayaan yang telah disiapkan.

" Regulasi soal keuangan inklusif, di mana nanti akan diimplementasikan bagi ekosistem keuangan mikro selain Bank Wakaf Mikro, seperti KUR, jaring, laku pandai, dan koordinasi dana desa,” kata dia.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) berperan sangat penting 

“ Tim percepatan akses keuangan daerah memiliki peran penting di daerah. TPAKD menyebar di 34 provinsi, diharapkan bisa perluas akses dan dukung kontribusi jasa keuangan keperekonomian,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Per Oktober 2019, Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Rp29 M

Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan Bank Wakaf Mikro (BWM) sebesar Rp29,33 miliar pada Oktober 2019. Pembiayaan ini telah disalurkan kepada 22.668 nasabah di seluruh Indonesia.

Ada 54 BWM di Indonesia yang tersebar di 16 provinsi. Di Jawa Timur, misalnya ada 15 BWM yang berdiri, termasuk BWM Mantenan Aman Makmur di Blitar, yang baru saja diresmikan.

Selain itu, ada juga BWM Al Hijrah Cindai Alus Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang juga baru diresmikan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, keberadaan BWM telah mendorong usaha ekonomi mikro rakyat yang selama ini kesulitan mendapatkan permodalan yang murah dan mudah untuk membiayai usahanya.

“ Keberadaan BWM sudah dirasakan masyarakat kecil yang memanfaatkan pembiayaan yang didapat untuk tambahan modal usaha dan memperluas usahanya, sehingga pendapatan ekonominya meningkat,” kata Wimboh, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 4 November 2019.

 DreamDream © dream

Sumber foto: OJK

Keberadaan BWM di lingkungan Pondok Pesantren, lanjut dia, juga diharapkan bisa mendukung perekonomian masyarakat desa yang sebagian besar berusaha di sektor pertanian, perdagangan dan pelaku industri kecil rumah tangga.

Skema pembiayaan BWM adalah pembiayaan tanpa bunga dengan maksimal plafon pinjaman Rp3 Juta dan hanya dikenakan biaya administrasi sekitar 3 persen per tahun. Dokumen persyaratan yang dibutuhkan hanya Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga.

Selain mendapatkan pembiayaan untuk modal kerja, nasabah BWM juga akan mendapatkan pendampingan dan pemberdayaan yang bermanfaat untuk meningkatkan usahanya.

3 dari 5 halaman

Pembiayaan Bank Wakaf Mikro Hampir Sentuh Rp25 M

Dream – Bank Wakaf Mikro (BWM) telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp24,9 miliar per Juli 2019. Pembiayaan ini telah disalurkan kepada 19.543 nasabah.

Belasan ribu nasabah ini terdiri atas 2.374 kelompok usaha masyarakat di sekitar pesantren.

Dikutip dari keterangan tertulis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterima Dream, Jumat 6 September 2019, Indonesia saat ini memiliki 52 BWM yang tersebar di 15 provinsi. Yang terbanyak ada di Jawa Tengah berjumlah 11 unit BWM.

Yang terbaru adalah BWM Apik di Pesantren Apik Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan skema BWM merupakan terobosan baru yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil.

 © Dream

 

Pembiayaan yang diberika cukup murah, yaitu 3 persen per tahun dan tanpa agunan. “ Kami meyakini bahwa kemiskinan berkaitan erat dengan ketersediaan akses keuangan,” kata Wimboh.

Dengan alasan ini, OJK menginisiasi pembentuka BWM di daerah. “ Sebagai upaya OJK tak hanya fokus pada nasabah besar, tetapi juga mendorong penyediaan akses keuangan bagi masyarakat kecil,” kata dia.

Sekadar informasi, BWM Apik sejak April 2019 sudah membina 270 nasabah dengan nilai pembiayaan Rp270 juta. Nasabahnya merupakan masyarakat produktif dengan usaha kecil jajanan tradisional, kerajinan anyaman bambu dan bahan makanan pokok.

4 dari 5 halaman

Perangi Renternir, Bank Wakaf Mikro Sudah Gelontor Rp18,54 M

Dream - Bank Wakaf Mikro telah mencairkan dana sebesar Rp18,54 miliar. Jumlah tersebut terhitung hingga Maret 2019.

Dana itu disalurkan melalui 43 unit Bank Wakaf Mikro kepada 15.236 nasabah yang tergabung dalam 2.404 Kelompok Usaha Mikro (Kumpi).

Menurut data Laznas Bank Syariah Mandiri, dana sebesar Rp5,67 miliar dicairkan melalui Bank Wakaf Mikro di Jawa Timur.

Di Jawa Tengah telah cair sebesar Ro4,03 miliar, Jawa Barat Rp3,65 miliar, Banten Rp2,77 miliar, dan Daerah Istimewa Yogyakarta Rp1,26 miliar.

 

 © Dream

 

Dana sebesar Rp0,31 miliar sudah dicairkan untuk nasabah di Sumatera Barat, Rp0,27 miliar di Sulawesi Selatan, Rp0,19 miliar di Jambi, Rp0,12 miliar di Sumatera Utara, Rp0,07 miliar di Kalimantan Timur, dan Rp0,01 miliar di Papua.

Hingga saat ini, sudah terdapat 51 unit Bank Wakaf Mikro. Otoritas Jasa Keuangan menargetkan ada seratus Bank Wakaf Mikro di Indonesia hingga akhir 2019.

Masing-masing Bank Wakaf Mikro akan diberi dana sebesar Rp4,25 miliar. Dana sebesar Rp3 miliar didepositokan dan hasilnya digunakan untuk operasional pengurus. Dana sebesar Rp1,25 miliar sisanya digunakan untuk pembiayaan masyarakat dengan imbal hasil setara tiga persen pertahun.

Dana Bank Wakaf Mikro berasal dari berbagai sumber, antara lain sumbangan perorangan, corporate social responsibility perusahaan, dan lembaga lain --termasuk lembaga nonmuslim sepanjang berasal dari kegiatan yang tidak diharamkan.

Sasaran Bank Wakaf Mikro adalah masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan bank alias unbankable sehingga mereka terhindar dari jerat renternir.

" Harapannya setelah menjadi nasabah, usaha mereka bisa bergerak, dan nantinya bisa pindah ke bank," kata Suparlan, Direktur Lembaga Keuangan Mikro OJK, di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 27 Juli 2019.

5 dari 5 halaman

OJK Target 100 Bank Wakaf Mikro Tahun Ini

Dream - Jumlah Bank Wakaf Mikro di Indonesia terus tumbuh. Tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan ada seratus Bank Wakaf Mikro di Tanah Air.

" Itu kalau dana sosialnya cukup," tutur Direktur Lembaga Keuangan Mikro OJK, Suparlan, di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 27 Juli 2019.

Saat diluncurkan pada 2017, jumlah Bank Wakaf Mikro berjumlah 20 unit. Pada Desember tahun lalu, bertambah menjadi 41. Hingga tengah tahun ini, sudah ada 51 Bank Wakaf Mikro di Indonesia.

Meski demikian, Suparlan mengaku tidak mengetahui jumlah dana yang saat ini tersedia untuk merealisasikan target seratus Bank Wakaf Mikro pada tahun ini.

" Kalau modal, terus terang kami dari regulator, yang tahu itu di Bank Syariah Mandiri karena ditampung di rekening. Kalau simpanan, ya rahasia," kata Suparlan.

Yang jelas, dana Bank Wakaf Mikro berasal dari beberapa sumber, antara lain sumbangan perorangan, corporate social responsibility perusahaan-perusahaan dan lembaga lain --termasuklembaga nonmuslim. " Dibolehkan sepanjang dari yang tidak haram," tegas Suparlan.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak