Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menyelesaikan proyek yang mangkrak di masa pemerintahan lalu, salah satunya adalah proyek pengolahan sampah menjadi listrik.
Proyek ini sudah digadang-gadangkan dari beberapa tahun lalu sebagai bentuk program pengembangan energi terbarukan. Bahkan, di beberapa daerah sudah tersedia lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Untuk merampungkan proyek ini, Jokowi meminta Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya untuk memilih kota-kota yang menjadi pelaksana pilot project.
“ Jadi kalau kota sudah ditunjuk kemudian nanti ada tarif mengenai listrik sampah, PLN diberi penugasan. Mudah-mudahan bisa diselesaikan,” kata Sudirman seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa, 8 Desember 2015.
Mengenai kota yang akan menjadi pilot project, Sudirman mengatakan kemungkinan akan dipilih 10 kota diantaranya Solo, Surabaya, Bandung, DKI Jakarta. “ Nanti akan kita mendengar rekomendasi dari Mendagri karena Mendagri tahu betul peta di kota-kota,” lanjutnya.
Sudirman mengakui sebetulnya sudah banyak investor yang tertarik dengan proyek tersebut. Sayangnya, ketiadaan regulasi yang jelas membuat tawaran kerjasama tersebut belum bisa terwujud.
Untuk melanjutkan program ini, Sudirman mengakui ada tiga tugas yang harus diselesaikan yaitu kepastian, penetapan tarif, bagi hasil, dan risiko, serta pemilihan institusi yang mengawasi pilot project.
“ Jadi tadi payung besarnya adalah bagaimana sampah kota menjadi bersih tetapi juga pencapaian target energi terbarukan juga bisa tercapai dengan baik,” tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya