OJK: Teknologi Finansial Bukan Ancaman Bank

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 19 April 2016 12:13
OJK: Teknologi Finansial Bukan Ancaman Bank
Industri teknologi keuangan pelan-pelan mulai berkembang di Indonesia.

Dream - Selama ini, industri keuangan masih didominasi perbankan. Dengan masuknya industri keuangan berbasis teknologi (financial technology-Fintech), regulator meminta perbankan untuk tidak menganggap industri tersebut sebagai saingan.

" Fintech jangan dijadikan ancaman bagi bank," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad, dalam acara " Indonesia FinTech Conference 2016" di Hotel J. W. Marriot, Jakarta, Selasa 19 April 2016.

Meskipun saat ini industri teknologi keuangan di Tanah Air relatif masih kecil, Muliaman meminta industri perbankan menjalin hubungan kerja sama dengan industri ini. Dengan kerja sama yang apik ini, industri perbankan dipastikan memperoleh beragam keuntungan.

Salah satu keunggulan Fintech adalah perbankan bisa lebih efisien dan mempercepat akses keuangan bagi masyarakat.

" Engagement  yang terjadi harus betul-betul didorong sehingga bank bisa lebih efisien, inklusif, dan menyehatkan daya saing," kata dia.

Dengan kerja sama ini, Muliaman optismistis industri keuangan nasional di Indonesia bisa menjadi lebih baik.

Sekadar informasi, fintech merupakan industri yang terdiri dari usaha-usaha yang menggunakan teknologi untuk membentuk layanan finansial menjadi lebih efisien. Usaha ini biasanya berbentuk startup yang dibentuk untuk membantu sistem finansial yang ada atau korporasi yang belum banyak menggunakan software.

Fintech juga dapat diartikan sebagai inovasi layanan finansial.

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?