Antisipasi Kecurangan di Pasar, UMKM Dibekali Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 1 Juni 2016 13:02
Antisipasi Kecurangan di Pasar, UMKM Dibekali Ini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menggandeng Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mewujudkan keinginannya.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mencari solusi untuk mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan mengembangkan literasi dan inklusi keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, mengatakan cara ini bisa meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang konsep dasar dari produk keuangan, melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, serta melindungi mereka dari penipuan di pasar keuangan.

" Literasi keuangan menjadi elemen penting untuk mengurangi kemiskinan. Manajemen keuangan penting untuk mengantisipasi kecurangan di pasar," kata Muliaman dalam 'OJK-OECD High-Level Regional Seminar on Empowering MSME's Thorugh Financial Literacy and Inclusion' di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 1 Juni 2016.

Program peningkatan kapasitas UMKM ini ditempuh melalui sektor jasa keuangan, seperti perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), pasar modal, dan edukasi keuangan.

Ke depan, literasi dan inklusi keuangan untuk mengembangkan UMKM juga memerlukan optimalisasi pemanfaatan teknologi keuangan (financial technology). Ini untuk mempermudah akses dan memperluas jangkauan.

Untuk itu, kata dia, OJK bersama Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Kerja sama ini akan berjalan di bidang regulasi keuangan, tata kelola perusahaan yang efektif hingga perlindungan konsumen yang terkait dengan UMKM.

" Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mengangkat profile kita, (seperti) kasus kita bisa dimanfaatkan oleh negara lain, tetapi juga kita meminta alokasikan resources untuk bisa meneliti, mengembangkan, dan menerapkan bersama otoritas kita. Semoga bisa diimplementasikan," kata dia.

Muliaman mengatakan kedua belah pihak ini belum membahas secara spesifik program-program kerja sama. Yang jelas, OJK ingin edukasi keuangan tetap berlanjut dan bisa menciptakan produk-produk keuangan yang cocok bagi UMKM.

" Selama ini, kami punya asuransi mikro, Laku Pandai. Kami ingin menciptakan lagi (produk lainnya) apalagi pemerintah ingin mengedepankan teknologi keuangan," kata dia. (Ism) 

Beri Komentar