Dream - Ramadan dan Idul Fitri setiap tahunnya selalu memicu lonjakan harga komoditas dan jasa. Di sektor jasa, kenaikan ongkos angkutan biasanya menjadi beban yang paling sering dikeluhkan masyarakat.
Berkenaan dengan itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memastikan, kenaikan tarif transportasi dalam batas wajar. Menurut Jonan, kenaikan tarif terjadi akibat penambahan beban biaya operasional.
Ia mencontohkan, kenaikan tarif dialokasikan untuk membiayai pegawai yang lembur. Sebagian besar pegawai, menurut Jonan, bahkan tidak bisa melewatkan Hari Lebaran bersama keluarga di kampung halaman demi menjalankan tugas.
" Kami memohon pengertian masyarakat. Karena petugas di terminal, supir bus, masinis kereta, awak kapal, mereka juga tidak libur," kata Jonan, seperti dikutip dari laman situs Kementerian Perhubungan, Selasa 9 Juni 2015.
Jonan menyadari, masyarakat juga baru merasakan dampak kenaikan tarif angkutan akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Penyesuaian tarif dilakukan, tambahnya, karena melonjaknya biaya perawatan dan suku cadang yang sebagian besar diimpor.
Kebijakan kenaikan tarif yang diambil, menurut dia, harus dipastikan sejalan dengan peningkatan pelayanan. " Transportasi itu, filosofi yang paling utama itu adalah safety, keselamatan," pungkasnya. (Ism)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya