Pernah Kena Covid-19, Sekda Kota Padang Kembali Positif

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 13 Oktober 2020 18:00
Pernah Kena Covid-19, Sekda Kota Padang Kembali Positif
Amasrul pernah dirawat insentif karena Covid-19 pada akhir Agustus lalu.

Dream - Sekretaris Daerah Kota Padang, Amasrul, kembali dinyatakan positif Covid-19. Dia pernah terkena Covid-19 pada Agustus lalu dan menjalani perawatan hingga berstatus negatif.

Pelaksana Tugas Wali Kota Padang, Hendri Septa, membenarkan Amasrul kembali terinfeksi Covid-19. Amasrul tidak sendirian, melainkan ada beberapa orang lain juga dinyatakan positif Covid-19, seperti Kepala Bappeda Padang, Medi Iswandi, dan Kepala Dinas Olahraga Padang, Mursalim.

" Benar, Pak Sekda (positif), termasuk Kepala Bappeda dan Dispora," ujar Hendri.

Hendri mengatakan pihaknya memberlakukan Work From Home atau bekerja dari rumah usai tiga pejabat Kota Padang dinyatakan positif Covid-19. Kebijakan ini berlaku untuk pegawai di Sekretariat Daerah, kantor Bappeda dan kantor Dispora Kota Padang.

1 dari 5 halaman

Selain itu, tes usap (swab test) dijalankan ke seluruh PNS yang kontak erat dengan tiga pejabat tersebut. Sedangkan pembukaan kembali kantor dari tiga institusi tersebut menunggu hasil swab keluar dan bebas Covid-19.

" Semua anggota mau di-swab, mungkin sebagian ada yang tutup. Kalau hasilnya keluar dan tidak ada yang terinfeksi akan kita buka kembali," kata dia.

Amasrul dinyatakan positif Covid-19 pada 31 Agustus 2020 setelah kembali dari kunjungan ke Jakarta. Dia sempat dirawat sampai dinyatakan sembuh.

Sumber: Merdeka.com/Ikhwan

2 dari 5 halaman

Efektif Deteksi Covid-19, Pemerintah Kembangkan Metode GeNose Temuan UGM

Dream - Pemerintah tengah mengembangkan metode GeNose yang dihasilkan tim peneliti Universitas Gadjah Mada. Metode ini dinilai efektif mendeteksi Covid-19 dalam rentang waktu cukup singkat, tak sampai dua menit.

" GeNose ini intinya mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dengan menggunakan hembusan napas," ujar Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan pada channel YouTube Sekretariat Kabinet.

Bambang mengatakan GeNose dapat memunculkan hasil screening dan deteksi dalam waktu lebih cepat. Hasil dapat diketahui dalam dua menit usai hembusan napas.

Metode ini sedang dalam pengujian klinis tahap I di rumah sakit di Yogyakarta. Tingkat akurasi yang dihasilkan mencapai 97 persen dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan Polymerase Chain Reaction (PCR) test.

" Kalau tingkat akurasinya tinggi mendekati 100 persen, maka GeNose ini bisa menjadi solusi screening yang nantinya akan mengurangi ketergantungan terhadap PCR test," kata dia.

3 dari 5 halaman

RT-LAMP oleh LIPI

Selain GeNose, terdapat inovasi lain yang saat ini tengah dikembangkan. Inovasi tersebut yaitu RT-LAMP yang sedang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Menurut Bambang, RT-LAMP dapat mendeteksi virus corona dalam waktu kurang dari 1 jam. Ditambah tidak memerlukan laboratorium BSL 2.

" Rapid swab test ini tentunya juga bisa menjadi solusi bagi rumitnya testing yang menggunakan PCR ya. Jauh lebih cepat, lebih murah dan juga tingkat akurasinya sangat bisa dipertanggungjawabkan," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

3 Vaksin Covid-19 yang Tiba di Indonesia November 2020

Dream - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli vaksin Covid dari tiga perusahaan vaksin ternama di Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dikutip dari Maritim.go.id, vaksin dari ketiga perusahaan itu sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Tiga perusahaan vaksin asal RRT tersebut yakni Cansino, G42/ Sinopharm dan Sinovac. Jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, tergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain.

Diperkirakan pada November 2020 mendatang, vaksin tersebut sudah sampai di Indonesia dan dapat langsung digunakan untuk kelompok prioritas. Persiapan juga sudah dilakukan untuk program vaksinasi Covid-19 tahun ini.

Berikut jumlah vaksin dari tiap perusahaan yang bakal siap pada November 2020 mendatang.

1. G42/ Sinopharm
Perusahaan ini menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Untuk jumlah 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose) untuk Indonesia.

2. Cansino
Perusahaan Cansino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

 

5 dari 5 halaman

3. Sinovac
Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November 2020 dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

4 Vaksin Covid-19 Ini Mulai Diuji Klinis pada Manusia

Untuk single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Vaksin memang sedang disiapkan, tapi kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan ketat. Pastikan lakukan 3 M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar