Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Ekspektasi, Indeks Syariah Kompak Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 5 November 2019 16:55
Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Ekspektasi, Indeks Syariah Kompak Menguat
Semua indeks sektoral pun ikut menggeliat.

Dream - Bursa saham Indonesia tetap tancap gas meski data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2019 lebih rendah dibandingkan tiga dan enam bulan sebelumnya. Investor menyambut positif data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) itu karena sesuai ekspektasi. 

Seperti diketahui, BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen pada kuartal III 2019. 

Pada penutupan perdagnagan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 5 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tinggi 2,245 poin (1,29%) ke level 190,541. ISSI terus menanjak sejak sesi pagi dimulai.

ISSI membuka perdagangan di level 188,561 saat sesi prambukaan perdagangan. Terus melaju positif hingga sesi penutupan, ISSI sempat menembus level tertinggi di 190,541.

Kenaikan signifikan juga dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang meroket 15,458 poin (2,27%) ke level 696,650.

Sementara indeks JII70 menanjak 4,308 poin (1,86%) ke level 235,569.

Munculnya aksi beli investor setelah data ekonomi terbaru membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke jalur positif. IHSG mengaut 83,808 poin (1,36%) ke level 6.264,152.

1 dari 5 halaman

Dolar AS Masih Di Bawah Rp14 Ribu

Investor ramai melantai di bursa. Aksi beli saham membuat semua indeks sektoral melesat.

Aksi beli saham terbanyak ada di sektor pertanian, industri aneka, dan keuangan. Indeks sektor pertanian meroket 1,98 persen, industri aneka 1,96 persen, keuangan 1,94 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melesat Rp1.475, AALI Rp700, CPIN Rp400, UNVR Rp375, dan ITMG Rp250.

Sebaliknya, harga saham BRAM melorot Rp3.200. Penurunan harga saham ini diikuti oleh TCID sebesar Rp275, BAYU Rp245, SMGR Rp225, dan TCPI Rp225.

Pada 16.25, rupiah perkasa terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS merosot 48 poin (0,34%) ke level Rp13.965.

2 dari 5 halaman

Sentimen Domestik Bikin Indeks Syariah KO

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 4 November 2019. Seneimtn negatif dari dalam negeri memaksa investor menjauh dari lantai bursa.

Setelah rilis inflasi Oktober 2019 di bawah ekspektasi, investor memantau rilis kinerja emiten untuk kinerja kuartal III yang tak memuaskan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali pekan ini dengan melemah 0,608 poin (0,32%) ke level 188,116 di sesi pra-pembukaan. ISSI kembali menanjak ke level 189,177 saat bel perdagangan berbunyi.

Sayang laju menanjak ISSI hanya bertahan 15 menit jelang sesi penutupan pagi. ISSI menutup sesi pertama di zona merah di level 188,680. 

 

© Dream

 

Aksi jual investor memaksa ISSI menghabiskan sesi perdagangan kedua di zona negatif. ISSI yang menyentuh level tertinggi di 189,725, terjun ke teritoriti merah hingga perdagangan ditutup.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terpangkas 4,053 poin (0,59%) ke level 681,192. Sementara indeks JII70 tergelincir 0,956 poin (0,41%) ke level 231,261.

Adanya sentimen negatif dari dalam negeri memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini melemah 26,847 poin (0,43%) ke level 6.180,344.

3 dari 5 halaman

Rupiah Malah Perkasa

Investor menahan diri untuk melantai di surga. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor properti, barang konsumsi, dan industri aneka. Indeks sektor properti melemah 1,81 persen, barang konsumsi 1,47 persen, dan industri aneka 1,16 persen.

Sebaliknya, indeks pertanian menanjak 1,77 persen, infrastruktur 1,25 persen, industri dasar 0,01 persen, dan perdagangan 0,01 persen,

Emiten syariah yang bertengger di top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melesat Rp875, AALI Rp375, TGKA Rp250, HEXA Rp150, dan BTPS Rp110.

Saham-saham top loser kali ini adalah SONA yang harganya merosot Rp1.000, INTP Rp800, BYAN Rp750, UNVR Rp675, dan ICBP Rp275.

Pada 16.26, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terjungkal 44 poin (0,31%) ke level Rp13.994 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Tak Lagi Menanjak, Rontok Sepanjang Perdagangan

Dream - Indeks syariah kembali melemah penutupan perdagangan perdana November 2019. Pelaku pasar enggan turun ke lantau bursa karena tekanan dalam dan luar negeri.

Angin dari pasar dunia datang dari sentimen pemangkasan suku bunga The Fed ketiga kalinya, namun diikuti isyarat siklus pelonggaran akan dihentikan. Namun masih muncul kabar baik dari akan adnaya perjanjian awal gencatan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dari dalam negeri, pelaku pasar disuguhi sentimen laporan perekonomian terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi Oktober 2019 sebesar 0,02 persen.

Tekanan jual dari investor akhirnya mendorong indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah.

 

© Dream

 

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,769 poin (0,41%) ke level 188,724. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka melemah di 189,311. ISSI sempat terangkat ke 189,692, tapi gagal bertahan.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terguling 1,679 poin (0,24%) ke level 685,245.

Indeks JII70 juga terpeleset 0,862 poin (0,37%) ke 232,217.

Adanya aksi jual investor mendorong IHSG terguling 21,126 poin (0,34%) ke 6.207,191.

5 dari 5 halaman

Investor Jual Saham, Rupiah Ikut Terjungkal

Indeks sektor aneka anjlok 1,87 persen, diikuti dengan pertambangan 1,80 persen, dan infrastruktur 1,58 persen, dan properti 1,06 persen.

Hanya indeks industri dasar yang menguat sebesar 1,35 persen dan keuangan 0,33 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adakah INPS yang harganya melesat Rp900, CPIN Rp550, INTP Rp525, DSSA Rp325, dan BYAN Rp250.

Sebaliknya, emiten-emiten syariah yang bertengger di posisi top loser adalah ITMG Rp650, LUCK Rp325, KINO Rp300, MAPA Rp275, dan PRDA Rp250.

Sentimen negatif ini melemahkan rupiah. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS menguat 23 poin (0,16%) ke level Rp14.065 per dolar AS.

Beri Komentar