Shutterstock
Dream - Menerapkan gaya belanja yang ramah lingkungan pada produk kecantikan tak hanya soal membuang sampah bekas pembungkus dari barang yang kita beli. Gaya hidup ini seharusnya diterapkan sebelum kita memutuskan berbelanja.
Dalam beberapa tahun terakhir prisip kecantikan yang sustainable memang menjadi gaya hidup baru. Dengan alasan menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal kita, semua orang mengaku telah menjalani gaya belanja sustainable.
Pada kenyataannya, banyak mereka yang berbelanja hanya untuk memenuhi nafsu semata. Barang yang sebetulnya tak dibutuhkan tetap dibeli ketika sedang musim diskon. Banyak yang tak menyadari jika gaya hidup sustainable juga berkait dengan cara belanja yang lebih bijaksana.
Nah daripada kamu terlanjur berkoar-koar telah menjalankan gaya belanja sustainable, berikut adalah beberapa acuan dan tips belanja produk kecantikan yang cermat sekaligus ramah lingkungan yang dapat kamu ikuti.
Waktunya Sahabat Dream pecinta kecantikan untuk menunjukan diri sebagai smart shopper.
Waktunya menjadi smart shopper

Saat punya banyak waktu di rumah, kamu pasti akan lebih memilih untuk memanfaatkan layanan online dalam memenuhi kenutuhan harian, seperti produk kecantikan.
Nah sebelum membeli sebuah produk, kamu harus mencari tahu ulasan produk yang akan kamu beli. Jangan sampai produk yang sudah dibeli terbuang begitu saja karena tak sesuai dengan keinginan kamu
Stop FOMO, beli produk sesuai kebutuhan
Produk baru setiap harinya akan bermunculan di sosial media. Kamu yang biasa berselancar di dunia maya tentu akan tergoda ketika melihat barang-barang tersebut. Terlebih jika produk tersebut merupakan benda yang kamu inginkan.

Nah biar benar-benar menjadi pembelanja yang cerdas, perilaku berbelanja tanpa perhitungan ini perlu kamu kurang. Kebanyakan orang berbelanja barang tanpa melihat kebutuhannya.
Kamu harus mulai membentuk pola pikir konsumerisme dengan membeli produk berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Dengan pola pikir tersebut, kamu dilatih untuk membeli suatu produk ketika kamu benar-benar membutuhkannya, dan tidak mubazir membeli barang tanpa menggunakannya.
Pisahkan sampah produk kecantikan Anda

Setelah bisa menerapkan dua tips tadi, sekarang waktuna kamu membuat kebiasaan baru setelah berbelanja. Mulailah terapkan kebiasaan memisahkan sampah produk kecantikan dengan sampah lainnya di rumah.
Kebiasaan ini tanpa disadari akan membuat kamu lebih bijaksana ketika berbelanja produk kecantikan ke depannya.
Ajakan serupa juga digaungkan platform bidang kecantikan Sociolla kepada para penggunanya. Diakui Co-Founder & CMO Social Bella, Chrisanti Indiana, industri kecantikan takkan bisa berkelanjutan tanpa dukungan dari pengguna yang menerapkan gaya hidup serupa.
“ Komitmen ini akan terus kami perkuat melalui berbagai inisiatif yang akan kami luncurkan secara bertahap dalam waktu dekat,” ungkap Christina yang memperkenalkan kampanye Waste Down Beauty Up dikutip dari keterangan tertulisnya baru-baru ini.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026