(Antara Foto/ Reuters/Steve Marcus)
Dream - Gelaran mega-duel termahal dalam sejarah dunia tinju telah usai. Sang penantang, Manny 'PacMan' Pacquiao, asal Filipina harus mengakui kehebatan 'Money Man' alias Floyd Mayweather dari Amerika Serikat.
Dalam pertarungan yang digelar di Las Vegas, Sabtu malam waktu setempat, juri memenangkan Mayweather dengan angka mutlak meski lebih banyak memakai taktik bertahan.
Money Man lebih banyak merangkul PacMan setiap kali ia mendapat serangan dari petinju yang dianggap pahlawan di Filipina itu.
Dengan demikian Mayweather, 38, berhak menyandang gelar sebagai petinju terbaik saat ini dan mengantongi uang hadiah senilai US$ 179.808.511 (Rp 2,3 triliun) Sementara Pacquiao harus puas dengan uang US$ 119.872.340 (Rp 1,5 triliun) hanya dalam semalam.
Total hadiah yang diperebutkan adalah US$ 300 juta (Rp 3,9 trilun). Hadiah terkesan lebih banyak untuk Mayweather karena masing-masing petinju setuju dengan pembagian keuntungan 60 persen untuk Money Man, dan PacMan 40 persen.
Sepanjang 12 ronde, jika dihitung setiap menit Mayweather mendapat uang US$ 4.994.681 per menit (Rp 64 miliar) sedangkan Pacquiao memperoleh US$ 3.329.787 per menit. (Rp43 miliar).
Artinya hingga setiap akhir ronde, Mayweather mengumpulkan US$ 14.984.043 (Rp 195 miliar), selisih lebih banyak US$ 5 juta dari Pacquiao yang hanya mengantongi US$ 9.989.362 (130 miliar).
(Sumber: Mirror.co.uk)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah