Wall Street Pukul Indeks Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 9 Februari 2018 16:52
Wall Street Pukul Indeks Syariah
Tiga indeks sektoral `bakar` indeks syariah.

Dream - Indeks syariah bursa saham Indonesia ternyata belum cukup kuat melawan tekanan sentimen global. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali ditutup melemah setelah mendekam seharian di zona negatif. 

Tekanan sentimen global dari kondisi bursa Wall Street yang rontok memang membuat cemas pelaku pasar di seluruh dunia. Indeks bursa saham utama regional juga ditutup melemah jelang libur akhir pekan ini. 

Aksi jual pemodal asing kembali meningkat di perdagangan hari ini, Jumat, 9 Februari 2018. 

Indeks ISSI ditutup melemah 1,017 poin (0,52%) ke level 193,073. ISSI mengawali perdagangan dengan melemah di level 192,369 dan sempat terseret ke titik terendah di 191,192. Meski muncul aksi beli jelang penutupan, namun tekanan jual juga cukup tinggi. 

Indeks keping biru syariah, JII, juga ditutup terkoreksi 3,920 poin (0,51%) ke level 771,178 poin. Tercatat hanya tiga emiten syariah yang ditutup menguat. Sisanya rontok ke zona negatif. 

Volume dan nilai transaksi perdagangan saham syariah kembali menurun di perdagangan akhir pekan ini. Dari 75,35 juta saham yang diperdagangan sampai sesi penutupan, nilai transaksi saham syariah mencapai Rp4,23 triliun. 

Pemodal asing semakin agresif melepas portofolio sahamnya di tengah kecemasan bursa Wall Street. Nett sell asing mencapai Rp753 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dari penutupan kemarin. 

Aksi lepas saham marak terjadi di sebagian besar indeks sektoral. Sektor pertambangan, industri aneka, dan infrastruktur anjlok masing-masing 2,48 persen, 1,76 persen, dan 1,69 persen.

Penguatan indeks industri dasar sebesar 1,83 persen tidak cukup kuat menahan laju pelemahan perdagangan.

Hanya ada tiga emiten JII yang mencetak top gainer, yaitub UNVR yang harga sahamnya terangkat Rp1.025, TPIA Rp750, dan MYRX Rp8.

Sisanya? Terkoreksi. Harga saham LPPF merosot Rp375, ASII Rp175, UNTR Rp150, INCO Rp130, dan ADRO Rp100.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 4 poin (0,03%) ke level Rp13.594 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar