Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Di Indonesia, Pemerintah Memberlakukan Pembayaran Tol Dengan Non Tunai Per Akhir Oktober 2017.
Dream – Pemerintah memberlakukan pembayaran tol menggunakan sistem non tunai mulai 31 Oktober 2017. Nantinya, operator jalan tol takkan lagi menerima transaksi pembayaran tol dengan uang tunai.
Dengan sistem baru ini diharapkan antrean di gerbang tol yang biasanya mengular karena harus mengembalikan uang kembalian. Selain itu, membayar tol dengan cashless juga membuat transaksi lebih ringkas, praktis, tak ada risiko pembayaran dengan uang palsu, dan kembalian kurang.
Ada beragam cara menggunakan tarif tol dengan sistem non tunai, yaitu menggunakan uang elektronik (electronic money/e-money) dan sistem on board unit (OBU). Untuk uang elektronik, pengguna menempelkan e-money di gerbang tol untuk membayar tarif.
Sementara dengan OBU, pengguna jalan tol tak perlu membuka kaca mobil untuk membayar tol. OBU akan memancarkan gelombang inframerah yang akan ditangkap oleh alat penerima sinyal di gerbang tol otomatis (OBU). Setelah terdengar bunyi “ bip bip”, palang pintu gardu tol akan terbuka dan transaksi selesai. Saldo yang tersimpan di online, akan terpotong otomatis.
Dikutip dari laman wikipedia, Kamis 12 Oktober 2017, sistem pembayaran tol dengan non tunai sudah ada dari dulu.
Sistem pembayaran tol secara elektronik ini awalnya diperkenalkan oleh pemenang penghargaan Nobel di bidang ekonomi, William Vickrey, yang memperkenalkan sistem pembayaran tol secara elektronik di Washington, Amerika Serikat, pada tahun 1959. Vickrey mengatakan setiap mobil menggunakan alat berupa transponder.
“ Transponder ini akan memancarkan sinyal ketika mobil melalui persimpangan, kemudian sinyal itu diteruskan ke komputer pusat yang akan menghitung tagihan tol untuk dimasukkan ke dalam tagihan mobil,” kata Vickrey.
Negara pertama yang menjadi pionir pembayaran tol dengan sistem ini adalah Norwegia. Sistem pembayaran tol elektronik ini diperkenalkan di Bergen, Norwegia, pada 1986. Pada 1991, Trondheim, Norwegia, menjadi kota pertama di dunia yang menggunakan sistem pembayaran tol secara elektronik. Laman Autopass, mencatat saat ini sudah 250 ruas tol di Norwegia yang menggunakan sistem pembayaran elektronik.
Namun ada perbedaan dengan sistem e-Toll yang dipakai Norwegia. Negara ini menggunakan teknologi yang jauh lebih canggih. Bukan dengan membeli kartu debit yang ditempelkan di alat pembayaran seperti di Indonesia. Norwegia sudah menerapkan sistem teknologi transponder seperti e-toll pass yang sempat diuji coba di Indonesia.
Setelah Norwegia, Portugal juga menggunakan sistem pembayaran tol elektronik pada tahun 1995.
Bahkan, Portugal menjadi negara pertama yang menerapkan sistem pembayaran tol elektronik, Via Verde, di semua wilayah negaranya. Via Verde juga bisa digunakan untuk membayar parkir dan isi BBM di SPBU.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya