Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Punya Rumah Adalah Idaman Setiap Orang. Kalau Anda? (Foto: Bankrate.com)
Dream - Memiliki rumah adalah dambaan bagi setiap orang, terutama mereka yang termasuk generasi milenial. Meskipun begitu, tak jarang mereka menunda-nunda untuk membeli rumah dengan alasan belum ada dana atau belum mendesak.
Padahal mereka tahu, semakin lama menunda membeli rumah, harga juga akan semakin tidak terjangkau. Lalu, bagaimana caranya supaya generasi milenial tidak kesulitan membeli rumah?
Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, memberikan beberapa tips. Yang pertama, mereka yang belum lulus kuliah atau sudah bekerja, sebaiknya mulai menabung.
" Buat yang belum lulus kuliah atau sudah kerja, harus sisihkan uang," kata Untung di Jakarta, Kamis 26 Januari 2017.
Yang ke dua, kata Untung, mengubah kebiasaan. Biasanya, orang yang baru menerima gaji, langsung membelikan macam-macam. Makanya, tidak jarang mereka tidak memiliki sisa gaji untuk ditabung. Sebaiknya, ketika menerima gaji, uang tersebut tidak langsung dibelanjakan.
" Seharusnya, (begitu) kita dapat gaji, langsung sisihkan untuk tabungan," kata dia.
Yang ke tiga, mengubah pola pikir. Untung mengatakan generasi milenial sebaiknya memiliki daftar prioritas. Misalnya mendahulukan rumah daripada jalan-jalan.
" Kalau mau beli (sesuatu, harus berpikir), 'mana yang ditunda tapi saya tidak bisa membeli' dan 'mana yang ditunda tapi saya bisa membeli'," kata dia.
Contohnya, lanjut Untung, membeli rumah dan jalan-jalan. Dia mengatakan pembelian rumah menjadi prioritas daripada jalan-jalan karena harga rumah akan semakin tidak terjangkau--meskipun gaji naik--jika semakin ditunda. Sebaliknya, kegiatan jalan-jalan masih bisa dilakukan meskipun ditunda, apalagi jika ada kenaikan gaji.
" Semakin ditunda, properti semakin tidak terbeli," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya