Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lagi-lagi, Indeks Syariah Melemah.
Dream - Indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan nilai kurs rupiah terhadap dollar AS tak menunjukan tanda-tanda membaik di penutupan akhir pekan ini. Keduanya sama-sama tertekan dan bergerak melemah.
Dollar AS masih memperlihatkan keperkasaannya terhadap mata uang dunia. Terhadap rupiah, mata uang Negeri Paman Sam ini masih bertengger di level Rp14 ribu.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat 22 Juni 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali melorot 0,921 poin (0,53%) ke level 172,959. ISSI mendekam di zona merah setelah dibuka memerah di level 173,776.
Dua indeks bluechip syariah juga tak bisa berbuat banyak ditengah sentimen negatif regional dan dunia. Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas 2,803 poin (0,43%) ke level 652,686.
Sementara Jakarta Islamic Index 70 (JII70), terkoreksi 1,571 poin (0,72%) ke level 216,487.
Transaksi perdagangan saham syariah masih relatif ramai dan mengalami lonjakan jelang libur akhir pekan ini. Sebanyak 44,39 miliar lembar saham diperdagangkan pelaku pasar hingga sesi paskapenutupan dengan nilai transaksi Rp4,13 triliun.
Asing masih dalam posisi jual dengan nilai transaksi meningkat. Nett sell asing pada saham-saham ISSI mencapai Rp446 miliar.
Di tengah kecemasan pelaku pasar dengan sentimen global, investor sepertinya enggan melantai di lantai bursa. Penanam modal banyak menjual saham di sektor industri dasar, perdagangan, dan infrastruktur yang masing-masing melemah 1,28 persen, 1,15 persen, dan 1,01 persen.
Penguatan indeks terjadi pada saham sektor keuangan yang naik 1,58 persen dan pertambangan 0,48 persen.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer adalah ICBP yang harga sahamnya terangkat Rp150, CTRA Rp80, TPIA Rp75, INCO Rp60, dan KLBF Rp60.
Sebaliknya, saham INTMG melorot Rp650, INTP Rp550, UNTR Rp400, INDY Rp160, dan SMGR Rp150.
Dari pasar uang, dolar AS belum mau beranjak dari level Rp14 ribu per dolar AS. Kurs rupiah melemah 21 poin (0,15%) ke level Rp14.081 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terperosok ke titik Rp14.115 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya