Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Realestate.com.au)
Dream - Sebuah kota yang terletak di sebelah timur Queensland, Australia, dijual dengan harga 500.000 dolar Australia atau setara Rp 5,1 miliar.
Harga kota bernama Allies Creek itu jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sebuah rumah di kota besar terdekat.
Dikutip dari Courier-Mail via Newsweek, Natali Williams dan suaminya membeli kota itu pada tahun 2010. Mereka bermaksud menjadikan kota itu sebagai taman caravan.
Terletak 321 kilometer dari kota Brisbane, Allies Creek dulunya dihuni oleh para pekerja sebuah pabrik kayu sebelum ditutup.
Namun karena tidak laku, Natali bermaksud menjual kembali kota itu setelah suaminya meninggal pada tahun 2015.
Awalnya Natali memasang harga 2,1 juta dolar Australia atau setara Rp 21,6 miliar. Karena tidak kunjung mendapatkan pembeli, Natali terus menurunkan harganya hingga menjadi 500.000 dolar Australia.
Harga tersebut lebih murah 4.000 dolar Australia jika dibandingkan dengan sebuah rumah di kota Brisbane.
Menurut agen yang menjualnya, Danielle Meyer Rural, Allies Creek memiliki lapangan tenis, gereja dan bahkan landasan helikopter.
Dengan luas mencapai 14 hektar, di atas kota tersebut saat ini berdiri 12 unit rumah. Jika ditotal semuanya, di dalam kota itu terdapat 25 kamar tidur dan 13 kamar mandi.
Menurut Danielle Meyer, properti di Allies Creek tetap terawat dengan baik. Kota itu bahkan memiliki sistem air dan listrik sendiri.
" Saya pikir kota itu akan menjadi tempat yang sempurna untuk bisnis," kata Danielle Meyer. " Anda bisa membuat taman wisata atau tempat liburan atau spa yang menyenangkan."
Beberapa rumah di kota itu saat ini masih dihuni oleh warga yang bekerja di Allies Creek, atau mereka yang memang ingin tinggal jauh dari kota besar.
Sumber: Newsweek.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya