Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Aksi Jual Jelang Penutupan Tekan Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 4 Juni 2015 16:23
Aksi Jual Jelang Penutupan Tekan Indeks Syariah
Aksi jual melanda pasar modal Indonesia jelang sesi penutupan perdagangan.

Dream - Aura negatif yang berhembus dari bursa regional memaksa investor waspada. Alhasil, indeks saham acuan kembali berguguran.

Tekanan jual pemodal asing juga belum kunjung surut. Meski lebih rendah, nett sell asing kali ini relatif tinggi.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 4 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,452 poin (0,88%) ke level 163,965.

Laju ISSI sepanjang hari ini memang bergerak fluktuatif. ISSI sempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi di 165,871. Posisi terendah ISSI kali ini dicetak di sesi penutupan di level 163,965.

Pelaku pasar memutuskan melepas 120 emiten syariah yang bergerak melemah. Sementara 58 emiten ISSI sukses menembus zona hijau dan 53 lainnya bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 2,86 triliun. Sebanyak 32,92 miliar saham jadi sasaran aksi jual beli investor.

Pelemahan juga melanda saham-saham bluechips syariah. Koreksi saham yang melanda 21 emiten memaksa Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 7,102 poin (1,03%) ke level 685,294.

Laju JII sempat menyentuh zona positif ketika menembus level 694,538. Dengan posisi terendah terjadi di sesi penutupan.

Emiten bluechips syariah yang mengalami koreksi terdalam dialami UNVR yang melemah Rp 950. Diikuti AALI Rp 600, ITMG Rp 550, PGAS Rp 110, dan ICBP Rp 75 per saham.

Sebaliknya, UNTR menjadi emiten pencetak kenaikan harga tertinggi usai menguat Rp 150 per saham. Top gainer lainnya diikuti Rp 100, SILO Rp 100, SMRA Rp 40, dan PTPP Rp 20 per saham.

Secara umum, pasar saham Indonesia memang tengah ada dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 34,678 poin (0,68%) ke level 5.095,821.

Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana investor hingga Rp 4,56 triliun dengan 42,56 miliar saham yang berlaihtangan.

Beri Komentar