Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Keuangan syariah mulai bergerak masuk ke sektor infrastruktur. Niat pemerintah Indonesia, Turki dan Islamic Development Bank (IDB) membangun bank infrastruktur syariah menjadi pemicunya.
Bank hasil kolaborasi pemerintah dan lembaga keuangan ini diyakini akan semakin memperluas penggunaan surat utang syariah (sukuk) untuk proyek-proyek infrastruktur yang kini gencar dibangun negara-negara mayoritas Muslim.
Menurut Asian Development Bank (ADB), kawasan Asia sedikitnya membutuhkan dana US$ 800 miliar setiap tahun untuk mendanai infrastruktur selama 10 tahun ke depan. Sejauh ini masalah-masalah politik, teknis dan legal sayangnya masih membelenggu pendanaan infrastruktur yang berbasis syariah.
Melihat hambatan yang ada, pemerintah Indonesia, Turki dan IDB tergerak untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Pemerintah Indonesia dan Turki berjanji akan mengucurkan modal sedikitnya US$ 300 juta untuk dijadikan modal pendirian bank baru tersebut.
" Untuk saat ini kami yang mendirikannya, namun kemudian kami minta yang lain untuk bergabung," kata Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro seperti dikutip laman Dawn, Kamis, 4 Juni 2015.
Sementara itu IDB tengah berdiskusi dengan pejabat China untuk menjajal potensi penggunaan keuangan syariah oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang akan didirikan oleh Beijing.
Mohd Effendi Abdullah, wakil presiden senior AmInvestment Bank, salah satu arranger sukuk terkenal di Malaysia, mengatakan meningkatnya penerbitan sukuk bertenor jangka panjang akan membantu penetapan standar harga untuk infrastruktur masa depan.
Pada bulan April, pemerintah Malaysia menerbitkan sukuk US$ 500 juta dengan tenor 30 tahun. Ini adalah sukuk pertama di dunia dengan tenor terpanjang. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?