Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Bagi beberapa merek dagang, jumlah follower dan like yang banyak, baik yang didapat sendiri atau melalui kampanya iklan, lebih penting dari apa pun. Namun, benarkah demikian?
Manajer media sosial Jason Francis di Sosial Media Samurai mengatakan, "Kualitas mengalahkan semuanya. Saya pernah melihat orang-orang dengan 30.000 follower berjuang untuk mengumpulkan sumbangan US$ 500 di GoFundMe, sementara orang-orang dengan 2.000 sampai 3.000 follower mampu mempengaruhi follower mereka sehingga mendapatkan US$ 25.000."
Seperti dikutip dari Enterpreneur, Sabtu, 29 Mei 2015, Diane Leone, pendiri dan strategis media digital untuk Butterfly Sosial, sebuah butik konsultan yang membantu perusahaan memasarkan bisnis mereka menggunakan media sosial, telah melakukan proses evaluasi untuk mengidentifikasi tiga platform media sosial terbaik untuk bisnis kliennya.
"Ini tentang fokus pada satu atau dua platform terbaik untuk bisnis Anda dengan membangun koneksi berkualitas pada platform tersebut," katanya. "Jika Anda membangun reputasi, apakah itu di semua platform media sosial atau mencoba untuk mendapatkan sejumlah besar follower, bagaimana Anda akan terlibat dengan mereka semua secara efektif? Saya menyarankan klien agar terlibat dengan cara yang lebih berarti."
Strategi media sosial berbeda untuk setiap bisnis, tetapi formula 80 persen kualitas dan 20 persen kuantitas sangat efektif. Strategi media sosial dan pelatih bisnis Sofia Pacifico, dari Increase Your Social Media Reach, mengatakan dia percaya merek dagang harus mengutamakan audiens yang berkualitas dan kuantitas akan mengikuti secara otomatis.
"Apa yang akan saya katakan adalah: Apakah Anda ingin mendapat pelanggan setia yang datang ke toko Anda secara teratur. Atau apakah Anda ingin bisnis yang penuh dengan orang namun hanya 'window shopping' dan benar-benar tidak tertarik pada layanan Anda dan meninggalkan toko dengan tangan kosong?" kata Pacifico.
Kunci mendapat follower berkualitas adalah orisinalitas Anda dalam berinteraksi dengan mereka. Karena terobsesi mendapat jumlah follower yang banyak membuat beberapa pemilik merek mencari 'follower palsu'. Ya, Anda dapat membeli follower.
Pendiri dan CEO Digital Megaphone Hope Bertram lebih suka mempromosikan orisinalitas.
"Yang selalu saya rekomendasikan kepada para pemilik merek adalah memastikan mereka merekrut influencer yang jelas-jelas membangun database audiens nyata," katanya. "Situs fakers.statuspeople.com adalah sumber daya yang luar biasa yang bisa dipakai untuk memeriksa apakah follower pemilik Twitter adalah audiens nyata. Saya kadang muak melihat 'influencer' dengan follower palsu."
Tujuan akhir adalah memiliki yang terbaik dari kedua dunia dari kualitas dan kuantitas, kata Jarem Atkinson, seorang manajer pemasaran sosial.
"Sekarang ini jumlah 'like' yang banyak tidak membuat sebuah halaman Facebook relevan atau kredibel," kata Atkinson. "Keterlibatan audiens nyata yang menciptakan nilai bagi setiap perusahaan, merek, atau individu di Facebook. Dan Anda hanya bisa mendapatkan komunitas yang terlibat secara nyata dengan memiliki follower yang berkualitas."
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal