Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Anti-Islam Berujung Sanksi, Menlu Belanda Diutus Rayu Arab

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 28 Mei 2014 11:21
Anti-Islam Berujung Sanksi, Menlu Belanda Diutus Rayu Arab
Pemerintah Belanda akhirnya mengutus Menlu guna membujuk Arab Saudi untuk membatalkan ancaman sanksi perdagangan. Keputusan ini menanggapi stiker anti Islam dari politisi kontroversial Geer Wilders

Dream - Pemerintah Belanda memutuskan untuk mengutus Menteri Luar Negerinya guna mendinginkan ancaman sanksi ekonomi dari Arab Saudi. Langkah ini ditempuh guna menjelaskan stiker anti-Islam yang dikampanyekan salah satu politisinya, Geert Wilders.

Pemerintah Arab Saudi memang pantas berang dengan aksi Wildres. Politikus anti-Islam ini membuat stiker dengan bentuk dan warna yang hampir sama dengan bendera Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Belanda, seperti dikutip laman Zawya, Rabu, 28 Mei 2014, Frans Timmermans rencananya akan berkunjung ke Riyadh guna menjelaskan persoalan ini.

Timmermans memastikan aksi Wilders itu merupakan inisiatif pribadi dan tak mencerminkan posisi pemerintah.

Hingga kini Arab Saudi memang belum mengumumkan resmi pengenaan sanksi yang dijatuhkan kepada Belanda. Namun media setempat pekan lalu mengungkapkan sudah ada tindakan yang diberikan kepada perusahaan Belanda.

Keputusan Belanda untuk mengirimkan salah satu pejabat tingginya muncul setelah kunjungan diplomat Negeri Kincir Angin itu ke Arab Saudi.

Wilders saat ini tengah berjuang untuk lolos dalam pencalonan parlemen Eropa memang terkenal sebagai politisi anti imigran. Lebih spesifik, Wilders terus berupaya mencegah masuknya imigran dari negara-negara Muslim ke Belanda.

Selama ini hubungan kerjasama perdagangan Arab Saudi dan Belanda tergolong tinggi. Tak kurang dari US$ 5 miliar tercipta dari aktivitas kedua negara pada 2010. Investasi Belanda di Arab Saudi saat ini tercatat mencapai 4 persen pada 2013. (Ism)

Beri Komentar