Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Wanita Arab (www.thenewyorker.com)
Dream - Kiprah kalangan perempuan di kawasan Timur Tengah semakin signifikan. Setelah heboh wanita yang menuntut hak berkendara, kini pengusaha perempuan di Saudi tak sungkan memasuki industri konstruksi, yang umumnya didominasi kaum pria.
Menurut statistik yang dirilis tahun 2010, lebih dari 36 persen dari para pekerja wanita berkecimpung sebagai kontraktor di lapangan. Sementara 4,3 persen dari perusahaan-perusahaan sektor swasta juga dimiliki kaum perempuan.
Fawzia Al-Kerri, muslimah yang tinggal di Provinsi Timur, merupakan wanita Saudi pertama yang membuka usaha kontraktor ini. Mengutip Arabnews, Selasa 27 Mei 2014, banyak pihak yang berminat investasi dalam bisnisnya.
Langkah Fawzia pun dengan mendirikan sebuah perusahaan independen pun telah mengubah tradisi yang berlaku di kawasan Arab. Namun keputusan ini juga tidak terlepas dari keputusan pemerintah yang mengizinkan kaum perempuan untuk mendapatkan izin kontrak sejak 2008.
Bisnis konstruksi Fawzia ini dimulai membangun sebuah hotel di kota Dammam. Dengan latar belakang di bidang seni dan desain, Fawzia memberikan masukan signifikan terkait desain eksterior dan interior proyeknya.
Meski tidak berhasil memenangkan kursi di Kadin wilayah Timur, hal itu tidak menghalangi Fawzia untuk mewujudkan impiannya menangani proyek-proyek besar.
" Saya dijuluki duta besar kontraktor," katanya kepada Arabnews. " Saya tidak takut untuk bersaing dengan laki-laki."
Keberanian ini ditunjukan Fawzia dengan mendesak para pemangku kepentingan dalam industri konstruksi agar lebih mempercayai perusahaan-perusahaan kecil. Ia juga menghimbau kepada pemerintah agar mempermudah prosedur perizinan.
Menurutnya para pengusaha perempuan hendaknya membentuk sebuah organisasi untuk mempromosikan kepentingan mereka. " Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan proyek-proyek baru dan masalah yang dihadapi perempuan."
Pengusaha Noura Fawz juga mengatakan kepada Arabnews baru-baru ini bahwa kaum perempuan kini lebih kompetitif dalam industri ini.
" Kami dipercaya lebih dari laki-laki karena kami telah membuktikan bahwa kami mampu memenuhi tenggat waktu," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya