Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Terjun ke Bisnis Konstruksi, Muslimah Arab Dobrak Tabu

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 27 Mei 2014 14:31
Terjun ke Bisnis Konstruksi, Muslimah Arab Dobrak Tabu
Wanita Arab semakin menunjukan identitasnya di tengah berbagai larangan. Setelah muncul wanita yang menyetir kendaraan, kini seorang muslimah terjun ke bisnis konstruksi yang umumnya didominasi pria.

Dream - Kiprah kalangan perempuan di kawasan Timur Tengah semakin signifikan. Setelah heboh wanita yang menuntut hak berkendara, kini pengusaha perempuan di Saudi tak sungkan memasuki industri konstruksi, yang umumnya didominasi kaum pria.

Menurut statistik yang dirilis tahun 2010, lebih dari 36 persen dari para pekerja wanita berkecimpung sebagai kontraktor di lapangan. Sementara 4,3 persen dari perusahaan-perusahaan sektor swasta juga dimiliki kaum perempuan.

Fawzia Al-Kerri, muslimah yang tinggal di Provinsi Timur, merupakan wanita Saudi pertama yang membuka usaha kontraktor ini. Mengutip Arabnews, Selasa 27 Mei 2014, banyak pihak yang berminat investasi dalam bisnisnya.

Langkah Fawzia pun dengan mendirikan sebuah perusahaan independen pun telah mengubah tradisi yang berlaku di kawasan Arab. Namun keputusan ini juga tidak terlepas dari keputusan pemerintah yang mengizinkan kaum perempuan untuk mendapatkan izin kontrak sejak 2008.

Bisnis konstruksi Fawzia ini dimulai membangun sebuah hotel di kota Dammam. Dengan latar belakang di bidang seni dan desain, Fawzia memberikan masukan signifikan terkait desain eksterior dan interior proyeknya.

Meski tidak berhasil memenangkan kursi di Kadin wilayah Timur, hal itu tidak menghalangi Fawzia untuk mewujudkan impiannya menangani proyek-proyek besar.

" Saya dijuluki duta besar kontraktor," katanya kepada Arabnews. " Saya tidak takut untuk bersaing dengan laki-laki."

Keberanian ini ditunjukan Fawzia dengan mendesak para pemangku kepentingan dalam industri konstruksi agar lebih mempercayai perusahaan-perusahaan kecil. Ia juga menghimbau kepada pemerintah agar mempermudah prosedur perizinan.

Menurutnya para pengusaha perempuan hendaknya membentuk sebuah organisasi untuk mempromosikan kepentingan mereka. " Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan proyek-proyek baru dan masalah yang dihadapi perempuan."

Pengusaha Noura Fawz juga mengatakan kepada Arabnews baru-baru ini bahwa kaum perempuan kini lebih kompetitif dalam industri ini.

" Kami dipercaya lebih dari laki-laki karena kami telah membuktikan bahwa kami mampu memenuhi tenggat waktu," ujarnya.

Beri Komentar