Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Muamalat Menyalurkan Pembiayaan Syariah Sebesar Rp89,1 Miliar Kepada Petani Plasma Perkebunan Kelapa Sawit. (Foto: Bank Muamalat)
Dream – PT Bank Muamalat memberikan pembiayaan syariah untuk perkebunan kelapa sawit di bawah naungan enam koperasi binaan perusahaan yang tersebar di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Nilai pembiayaan ini mencapai Rp89,1 miliar.
Pembiayaan berskema murabahah investasi financing ini mencakup pembiayaan pembangunan dan pemeliharaan lanjutan dari kebun kelapa sawit milik enam koperasi seluas 1.576,32 hektare.
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 29 November 2016, Direktur Bisnis dan Korporasi Bank Muamalat, Indra Y Sugiarto, mengatakan pembiayaan tersebut merupakan dukungan bagi industri kelapa sawit.
“ Indonesia memiliki potensi yang besar dalam hal produksi kelapa sawit, terutama di daerah Kalimantan Barat,” kata Indra di Pontianak, Kalimantan Barat.
Indra mengatakan potensi pembiayaan di industri ini masih sangat luas dengan beragam pembiayaan yang bisa diberikan mulai dari hulu hingga hilir, seperti pembiayaan kebun, industri pengolahan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO mill), pemasok pupuk, dan petani kelapa sawit. Industri turunan perkebunan kelapa sawit pun menjadi salah satu bidikan pembiayaan.
“ Kerja sama pembiayaan ini dapat menjadi salah satu langkah tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya potensi dan kualitas industri kelapa sawit nasional, bukan hanya bagi pasar dalam negeri, melainkan juga bagi pasar mancanegara,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya