Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Foto: Coca-Cola Indonesia
Dream - Minuman segar ini selalu jadi incaran para penikmat kuliner kapan dan di mana saja sejak kehadirannya di Indonesia pada tahun 1927 silam.
Saking besarnya antusiasme konsumen pada minuman penyemangat ini, pabrik Coca-Cola di Indonesia yang beroperasi sejak 1932 terus berkembang hingga detik ini.
Sejak saat itu, perusahaan Coca-Cola memberikan kontribusi penting bagi perkembangan masyarakat, baik sebagai penyedia lapangan pekerjaan, investor, maupun sebagai anggota masyarakat yang peduli.
Coca-Cola terus meningkatkan komitmen jangka panjangnya sesuai dengan visi dan misinya dalam memberikan nilai terbaik bagi Indonesia.
“ Coca-Cola memiliki visi Refresh the world and make difference. Kami bersemangat dalam menghadirkan rangkaian pilihan produk minuman yang digemari konsumen dan masyarakat secara luas, menciptakan bisnis berkelanjutan, serta bermitra untuk masa depan bersama yang lebih baik bagi masyarakat, komunitas, dan planet ini," kata Triyono Prijosoesilo, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability, Coca-Cola Indonesia saat kunjungan Virtual Factory Site Coca-Cola pada Kamis, 9 Desember 2021 kemarin.
" Baik di Indonesia dan di seluruh dunia, kami berkembang menjadi perusahaan minuman lengkap yang menawarkan portofolio luas minuman dengan cita rasa tinggi dalam berbagai kategori minuman ringan, air mineral, jus, susu, dan teh,” tambah Triyono.
Sebagai salah satu perusahaan FMCG (barang konsumsi) terdepan di dunia, Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan berbagai upaya keberlanjutan (sustainability) yang berkontribusi pada kualitas produk.
Selain itu, Coca-Cola juga memprioritaskan kepuasan konsumen dan masyarakat umum indonesia.
Lucia Karina, selaku Direktur Public Affair Communications dan Sustainability Coca-Cola Europacific Partners Indonesia berujar bahwa CCEP Indonesia senantiasa berkomitmen untuk membawa dampak positif bagi seluruh pihak yang terkait erat dengan bisnis yang dijalankan Coca-Cola.
" Salah satunya dengan memastikan kami selalu mempersembahkan rangkaian produk yang berkualitas bagi konsumen,” tegas Karina.
Dalam hal ini juga, Karina dan tim memberikan nilai yang berkelanjutan serta melakukan berbagai upaya dalam memaksimalkan cara mereka melakukan bisnis.
" Salah satunya melalui investasi besar pada sistem dan teknologi manufaktur canggih yang telah diterapkan pada proses produksi pabrik secara keseluruhan,” kata Karina.

Untuk memastikan keselamatan pengunjung ketika mengunjungi pabrik CCEP Indonesia penerapan protokol kesehatan yang ketat juga menyesesuai acuan Pemerintah Indonesia dan standar industri di seluruh fasilitas.
Aturan itu di antaranya memakai masker sebagai standar dari prosedur, pengukuran suhu badan, penyediaan hand sanitizer di area pabrik, ajakan untuk selalu mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.
CCEP Indonesia kini juga telah melakukan berbagai upaya keberlanjutan untuk menunjang pengembangan produk yang berkualitas dan lingkungan yang lebih baik.

CCEP menciptakan inovasi produk yang semakin beragam seperti produk Coca-Cola Zero dalam memenuhi selera dan kebutuhan konsumen yang berbeda, pengembalian air setiap tahunnya untuk membantu menciptakan lingkungan dan masyarakat yang lebih baik.
Selanjutnya, CCEP telah menggunakan teknologi pembotolan terkini melalui Affordable Small Sparkling Package (ASSP) yang menggabungkan berbagai bahan material untuk mengurangi penggunaan plastik hingga 40 persen.
Hal ini sejalan dengan misinya dalam mempersiapkan fasilitas daur ulang botol plastik, serta pemasangan atap panel surya di pabrik Bekasi 1 yang merupakan bagian dari komitmen dalam pengurangan jejak karbon.
(Sah, Laporan: Siti Sarah Al Hafizd)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A