Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa syariah Indonesia tak cukup kuat berbalik ke zona positif. Padahal aksi beli investor jelang penutupan berhasil membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis.
Berbaliknya investor asing melakukan asing jual di tengah harga minya mentah yang diperkirakan turun sepanjang 2016 membuat pemodal lokal ikut terseret arus lepas saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,041 poin (0,03%) ke level 141,587.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ditutup melemah 0,459 poin (0,08%) ke level 594,948.
Level penutupan kedua indeks syariah ini merupakan yang tertinggi sepanjang perdagangan. ISSI sebelumnya sempat jatuh ke posisi terendah di 140,780 dan JII jatuh ke level 590,913.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif sepi dengan mencetak nilai Rp 2,54 triliun. Aksi jual mendorong 98 emiten ISSI ditutup melemah sementara 62 lainnya masih diburu investor.
Saham-saham di sektor barang konsumsi dan manufaktur sukses menguat di saat bursa saham dilanda tekanan. Kedua indeks ini menguat 2,23 persen dan 1,27 persen.
Selebihnya, bursa saham lebih banyak ditekan oleh koresi emiten sektor pertambangan 2,07 persen, industri dasar 0,88 persen, dan keuangan 0,82 persen.
Saham-saham bluechips syariah penghuni top gainer dihuni emiten ICBP yang naik Rp 400, UNVR Rp 350, SILO Rp 125, LPPF Rp 100, dan JSMR Rp 50 per saham.
Namun kenaikan saham Indofood tak mampu melawan tekanan jual dari emiten semen dan tambang. Top losser JII dihuni oleh UNTR yang turun Rp 425, INTP Rp 325, ITMG Rp 325, SMGR Rp 250, dan INDF Rp 175 per saham.
Beruntung bagi IHSG yang berhasil menguat jelang sesi penutupan. IHSG sore ini nai tipis 4,680 poin (0,10%) ke level 5.410,468.
Meski menguat, lantai bursa yang mentransaksikan dana Rp 3,82 triliun justru kembali dilanda tekanan jual pemodal asing. Hingga paskapenutupan, asing mencetak nett sell Rp 327 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya