Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Berbalik Menguat Pada Akhir Perdagangan.
Dream - Dua indeks syariah kompak menguat pada perdagangan hari ini, Rabu 26 April 2017. Melemah di sesi pembukaan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) berbalik menguat di sesi sore.
Membanjirnya dana asing menjadi penyelamat laju bursa saham Indonesia. Saham-saham sektor perdagangan dan keuangan menjadi buruan para investor.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 26 April 2017, indeks ISSI menguat 0,864 poin (0,47%) ke level 186,316. Semula, indeks ISSI dibuka melemah di level 185,132.
Terus bergerak melemah jelang penutupan, aksi beli investor mendorong laju ISSI dan mengangkatnya masuk zona hijau.
Hal serupa terjadi pada indeks bluechip syariah, JII yang ditutup menguat 4,595 poin(0,62%) ke level 744,671. Saat pembukaan perdagangan, indeks JII juga melemah di level 738,083.
Transaksi perdagangan saham di pasar modal Indonesia hari ini mencetak nilai signifikan. Lebih dari Rp 7,8 triliun dana investor berputar di lantai bursa.
Di jajaran saham syariah, dana yang bergulir mencapai Rp 3,68 triliun dengan posisi asing mencatat beli bersih Rp 744 miliar.
Selama perdagangan, indeks keuangan dan perdagangan menjadi motor utama penggerak perdagangan. Indeks keuangan naik 1,73 persen dan perdagangan 1,61 persen. Saham keuangan sendiri tak terlalu berpengaruh besar pada laju saham-saham syariah.
Hanya ada dua indeks yang memerah, yaitu properti yang turun 0,09 persen dan infrastruktur 0,19 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer adalah UNTR yang harganya naik Rp1.300, LPPF Rp550, UNVR Rp500, INTP Rp425, dan SILO Rp325.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top loser adalah AALI yang harga sahamnya turun Rp125, PTPP Rp30, WIKA Rp30, ADRO Rp25, dan TLKM Rp20.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 13 poin (0,10%) ke level Rp13.278 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya