6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tiga Indeks Syariah Sama-sama Rontok Hari Ini, Senin 21 Mei 2018.
Dream - Penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah masih membayangi kinerja indeks syariah. Dollar yang udah menembus level Rp14.200, memaksa pelaku pasar selektif melantai ke bursa sehingga mendorong tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali rontok.
Kurs rupiah yang semakin melemah terhadap dolar AS bahkan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan harian BEI, Senin 21 Mei 201, dengan pelemahan 0,86 persen ke 5,733.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup awal pekan ini dengan terpeleset 0,304 poin (0,18%) ke level 172,997. Indeks ini ditutup melemah setelah dibuka menguat di level 173,634. ISSI bergerak fluktuatif dan sempat menyentuh level tertinggi di 173,857 namun ambruk ke level terendah di 172,090.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tercatat turun 3,369 poin (0,51%) ke level 654,933. Sementara Jakarta Islamic Index 70 (JII 70) melemah 0,665 poin (0,30%) ke level 218,234.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mengalami peningkatan dari segi volume namun melemah secara nilai. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat 59,55 miliar lembar saham syariah bertukar pemilik dengan transaksi berkurang menjadi Rp3,98 triliun.
Aksi lepas saham pemodal asing mengalami penurunan signifikan di awal pekan ini. Namun, di hari senin, pemodal asing biasanya belum banyak melakukan transaksi. Nett sell asing hari ini cuma mencapai Rp90,72 miliar.
Indeks sektoral didominasi pelemahan dengan korksi tajam terjadi pada sektor keuangan yang anjlok 1,88 persen dan infrastruktur 1,50 persen. Di tengah kondisi yang tak menentu, investor kembali menjadikan saham komoditas sebagai pegangan terlihat dari laju indeks pertanian, pertambangan yang menguat masing-masing sebesar 2,26 persen, 1,14 persen. Kenaikan juga dialami indeks sektor industri dasar sebesar 0,19 persen.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer JII adalah LPPF yang harga sahamnya menguat Rp175, PTBA Rp140, INCO Rp120, AKRA Rp70, dan WIKA Rp65.
Sebaliknya, harga saham UNTR rontok Rp525, SMGR Rp350, EXCL Rp100, BRPT Rp80, dan INDF Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terus terkapar. Bahkan, kurs dolar terhadap rupiah tembus Rp14.200 per dolar AS. Di perdagangan sore hari, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat turun 47 poin menjadi Rp14.203 per dolar AS.
Kurs dolar AS perkasa seharian dan menyentuh level tertinggi di Rp14.208 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
