Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Pengajar Bimbel (Foto: Pexel)
Dream - Salah satu penyedia bimbingan belajar (Bimbel) terbesar di China terpaksa memecat 60 ribu pegawaynya pada tahun lalu. Pemecatan dilakukan imbas aturan pemerintah China yang melarang les privat dan bimbingan belajar di negara itu.
Miliarder pendiri New Oriental Education, Yu Minhong – mengkonfirmasi melalui sebuah postingan di media sosial WeChat, perusahaannya mengalami terlalu banyak perubahan pada tahun 2021.
" Pada tahun 2021, New Oriental Education menghadapi terlalu banyak perubahan. Banyak bisnis kami berada di dalam keadaan yang tak pasti akibat kebijakan, pandemi, masalah hubungan internasional, dan alasan lain," tulis Yu, dikutip dari CNN Business, Selasa, 11 Januari 2022.
Yu mengatakan perusahaan Bimbelnya harus memecat 60 ribu karyawan karena pendpatan mereka menurun hingga 80 persen.
Ia juga menyebutkan perusahaanya kehilangan valuasi pasar hingga 90 persen sepanjang tahun.
Pada tahun 2021, China memberlakukan aturan baru terkait perusahaan bimbingan belajar. Pemerintah memaksa perusahaan untuk beralih sebagai lembaga non-profit untuk mengurangi tekanan pada anak-anak negara itu.
Les privat atau bimbel juga dinilai menjadi pemicu kesenjangan sosial.
Selain perusahaan Bimbel harus memecat pegawai mereka, ada beberapa guru yang harus berpura-pura menjadi asisten rumah tangga (ART) atau teknisi perbaikan listrik untuk bisa memberikan les.
Dream – Bisnis bimbingan belajar (Bimbel) tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Buktinya, seorang pria bisa menjadi seorang triliuner lewat bisnis les privat. Siapakah dia?
Dikutip dari Bloomberg, Rabu 25 April 2018, pria itu bernama Liu Yachao. Liu membuat perusahaan penyedia jasa tutor bagi siswa di Tiongkok. Perusahaan ini bernama TAL Education Group.
Tingginya permintaan guru les matematika di Tiongkok membuat saham perusahaan ini melesat dan membuat kekayaannya berlipat ganda.
Sekadar informasi, laporan dari HSBC Holding Inc tahun lalu menyebutkan rata-rata orang tua di Tiongkok membelanjakan uang sebesar US$42.892 (Rp565,61 juta) untuk pendidikan anak. Sebanyak 93 persen di antaranya rela membayar biaya les privat.
Permintaan ini membuat nilai pasar TAL tumbuh 46 persen menjadi US$21,1 miliar (Rp293.000 triliun).
Liu merupakan guru matematika yang pertama kali yang bergabung di perusahaan ini. Pria berusia 36 tahun itu menjabat sebagai chief operating officer (COO) TAL Education Group dan menjadi direktur divisi sekolah menengah pada 2005 dan memimpin divisi riset dan guru.
Kini, Liu memiliki 4,7 persen saham senilai US$1 miliar (Rp13,88 triliun).
Pendiri TAL Education Group lainnya, Zhang Bangxin, memiliki kekayaan sebesar US$6,6 miliar (Rp91,49 triliun), berdasarkan data Bloomberg Billionainare Index (BBI).
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya