Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pada Penutupan Perdagangan, Indeks ISSI Melemah, Sedangkan Indeks JII Menguat.
Dream – Indeks saham syariah ditutup melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa 21 Februari 2017. Hampir semua indeks sektoral dilanda aksi jual investor yang tergiring sentimen negatif bursa regional.
Menguatnya harga saham separuh penghuni indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) belum cukup kuat mengangkat laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Pada penutupan perdagangan Bursa harian Efek Indonesia (BEI), indeks ISSI bergerak melemah 0,099 poin (0,06%) ke level 174,019. Indeks ini gagal mempertahankan posisi di zona hijau setelah dibuka menguat pada level 174,728.
Kondisi berbeda justru dialami indeks bluechip syariah, JII. Bergerak menguat seharian di zona positif, indeks JII menanjak 1,907 poin (0,27%) ke level 696,571.
Transaksi perdagangan saham syariah hingga sesi paska penutupan perdagangan mencapai Rp3,38 triliun dengan 108 miliar saham berpindahtangan. Sebanyak 122 emiten syariah menutup perdagangan dengan bergerak melemah, sedangkan 78 lainnya, 16 diantaranya saham bluechips syariah, ditutup menguat.
Mayoritas emiten sektoral mengalami koreksi indeks. Emiten yang indeksnya turun paling dalam adalah sektor industri dasar yang turun 1,17 persen, pertambangan 0,8 persen, dan infrastruktur 0,47 persen.
Hanya ada satu indeks sektoral yang kinerjanya menguat yaitu pertanian dengan menanjak 0,03 persen.
Top gainer emiten bluechip syariah yang menjadi buruan investor kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp650, INTP Rp200, LPPF Rp200, PTBA Rp150, dan UNTR Rp 50.
Sebaliknya, emiten bluechip syariah top loser adalah SILO yang harganya turun Rp200, ICBP Rp150, PTPP Rp90, AALI Rp50, dan INCO Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 32 poin (0,24%) ke level Rp13.328 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya