Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ilustrasi IHSG
Dream - Pengumuman kabinet baru pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla disambut positif pelaku pasar. Sentimen dalam negeri inipun membuka bursa saham Indonesia di zona hijau.
Aksi beli pemodal asing ikut menambah tenaga bagi Bursa Efek Indonesia berjalan di teritori positif.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 13,18 poin (0,26%) ke level 5.086,25. Seluruh indeks saham acuan menguat pada hari ini.
Laju IHSG kembali menanjak di sesi pembukaan usai menguat 15,16 poin (0,30%) menjadi 5.088,22. Hingga 15 menit pertama, IHSG di level tertinggi pada kisaran 5.091,04.
Sayang, penguatan IHSG ini hanya berlangsung sementara. Pada perdagangan pukul 09.15 WIB, IHSG sudah terperosok ke zona merah dengan melemah 5,85 poin (0,12%) ke level 5.067,21.
Kenaikan harga saham dari 103 emiten cukup kuat menopang IHSG ke zona hijau. Tercatat hanya 8 saham yang bergerak melemah sementara 43 lainnya stagnan.
Pada pagi ini, pelaku pasar telah memperdagangkan tak kurang 109,11 juta saham senilai Rp 131,40 miliar. Investor asing masih membukukan aksi beli hingga Rp 41 miliar.
Pembukaan di zona positif juga melanda dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka menguat ke level 163,04. Pada penutupan akhir pekan lalu, ISSI merosot ke zona merah di level 162,61.
Seperti IHSG, indeks ISSI juga tak bertahan lama di teritori positifnya. ISSI kembali melemah 0,1 poin (0,06%) ke level 162,61 hingga 15 menit perdagangan pertama.
Indeks ISSI disokong oleh kenaikan harga saham dari 57 emiten sementara 43 lainnya melemah.
Pelaku pasar tercatat telah mentransaksikan tak kurang dari 2,66 juta saham dengan nilai Rp 273,55 miliar.
Di jajaran emiten keping biru syariah, sebanyak 10 emiten masih bertahan di zona hijau. Sisanya sebanyak 14 emiten sudah longsor melemah sementara 6 lainnya stagnan.
Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka menguat di level 668,28. Namun aksi jual pelaku pasar membuat JII kembali masuk zona merah.
Hingga 15 waktu menit perdagangan, JII telah terpangkas 0,9 poin (0,14%) ke level 665,49.
Dari kawasan regional, laju indeks saham bergerak variatif. Nikkei Jepang dan Kospo Korea Selatan masih bertahan di zona hijau dengan menguat 0,36 persen dan 0,42 persen.
Sementara saham-saham di kawasan China, justru terdorong masuk zone merah. Shanghai Composite dan Hang Seng masing-masing melemah 0,65 persen dan 0,92 persen.
Nilai tukar rupiah juga mulai beranjak menguat seiring mulai terbentuknya pemerintahan Joko Widodo. Meski dibuka melemah di 12.065, rupiah saat ini sudah bergerak menguat 25 poin (0,21%) menjadi 12.040 per dolar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
