Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Orang Sukses Menjauhi Kesalahan-kesalahan Dalam Bahasa Tubuh. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bahasa tubuh adalah salah satu cara untuk melihat respons terhadap kondisi. Kalau seseorang menyilangkan kedua tangannya, bisa jadi dia tidak tertarik untuk berbicara.
Kalau seseorang memperhatikan lekat-lekat ketika duduk di samping Anda, itu berarti dia sedang jatuh cinta kepada Anda.
Memahami bahasa tubuh telah menjadi topik yang menarik selama bertahun-tahun. Anda harus membuat asumsi ketika sedang membaca gerak tubuh orang-orang. Kesalahan-kesalahan bahasa tubuh bisa mempengaruhi kesuksesan Anda.
Dilaporkan Lifehack, orang sukses tahu bahasa tubuh bisa memengaruhi kesuksesan mereka. Untuk itulah, mereka tidak pernah membuat kesalahan-kesalahan.
Berdasarkan pada kajian, bahasa non-verbal itu memiliki porsi 75-90 persen dari komunikasi. Itu adalah angka yang besar. Nah, jika mengetahui dasar-dasarnya, Anda bisa menghindari empat kesalahan bahasa tubuh.
Bicara dengan Jarak yang Dekat
Ketika berbicara tentang pekerjaan dengan rekan kerja atau bos, seberapa dekat jarak Anda dengan mereka? Kalau dekat, apakah Anda akan menyentuh mereka? Jika ya, berarti jarak antara Anda dengan lawan bicara terlalu dekat.
Jarak 0-45 cm terlalu dekat dan jarak ini biasanya digunakan untuk berbicara dengan lawan bicara yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Anda. Nah, jika ingin berada di jarak normal, usahakan jarak Anda dengan lawan bicara sejauh 4-12 kaki (1,22 meter-3,65 meter).
Menyilangkan Kedua Tangan
Bahasa tubuh ini kerap digunakan, tapi Anda harus mewaspadai ini. Bahasa tubuh ini kerap digunakan untuk memberikan pertanda defensif atau tertutup.
Nah, jika tidak mau bersifat tertutup, usahakan berbicara dengan orang lain dengan membiarkan satu lengan berada di sisi tubuh Anda atau memasukkan salah satu tangan ke saku celana sambil mendengarkan orang lain.
Semakin terbuka bahu Anda, itu membuat Anda tertarik dengan topik yang dibicarakan dan lawan bicara tertarik berbicara dengan Anda.
Bermain Tangan
Memainkan tangan seperti merapikan rambut, menggigit kuku jari, atau mengetukkan jemari di aras meja itu membuat orang-orang di samping Anda akan terganggu. 'Bahasa-bahasa' ini juga membuat Anda terlihat tidak siap dan gugup.
Membungkuk
Sikap ini menunjukkan bahwa Anda tidak peduli dengan apa yang dilakukan di sini dan tidak punya ketertarikan dengan pekerjaan. Sikap membungkuk ini juga akan membuat Anda terlihat malas dan lelah.
Lebih baik duduk dengan tegak. Sikap ini akan membuat Anda terlihat piawai dan profesional dalam bekerja. Tentu juga membuat Anda merasa lebih baik.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya