4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Dua Indeks Syariah Melemah Pada Penutupan Perdagangan Pada Jumat 9 Juni 2017.
Dream - Saham-saham syariah gagal mengangkat kinerja indeks syariah pada penutupan perdagangan jelang akhir pekan, Jumat 9 Juni 2017. Meningkatnya aksi jual asing makin menyeret laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) tenggelam.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, mencatat indeks ISSI melemah 0,740 poin (0,41%) ke level 180,642. Indeks ISSI sempat menghijau di sesi pembukaan usai menguat ke level 181,447. ISSI bertengger di level tertinggi di 181,556.
Pembukaan positif juga dibukukan indeks JII. Di sesi pagi, indeks 30 saham bluechips syariah ini menguat di level 731,624 dan sempat menyentuh level tertinggi di 732,642.
Memasuki sesi perdagangan siang, laju JII berbalik melemah dan ditutup dengan koreksi 3,252 (0,44%) ke level 727,892.
Transaksi perdagangan saham syariah sepanjang hari ini mencapai Rp 4,57 triliun. Aksi jual asing yang telah berjalan sepanjang pekan mencapai puncaknya hari ini. ISSI mencatat nett sell asing sebesar Rp 652 miliar.
Dengan 53 juta saham yang berpindahtangan, sebanyak 86 emiten syariah berhasil ditutup menguat. Sementara 112 lainnya tak mampu lolos dari tekanan jual pelaku pasar.
Hanya ada dua indeks sektoral yang menguat pada penutupan yaitu industri dasar yang naik 0,11 persen dan infrastruktur 0,39 persen.
Sisanya, berada di zona merah. Koreksi terbesar ada di sektor industri aneka yang indeksnya turun 1,61 persen dan keuangan 0,98 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer hari ini adalah SMGR yang harga sahamnya naik Rp350, LPPF Rp75, EXCL Rp70, AKRA Rp50, dan PTBA Rp50.
Sebaliknya, emiten-emiten JII top loser hari ini adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp700, ASII Rp175, INDF Rp100, ICBP Rp75, dan LSIP Rp45.
Dari pasar uang, tak ada sentimen positif terhadap rupiah. Pada penutupan, nilai tukar rupiah cenderung melemah 5 poin (0,04%) ke level Rp13.303 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
