Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Seabad Lalu Qatar Merupakan Negara Miskin, Kini Jadi...

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 9 Juni 2017 13:15
Seabad Lalu Qatar Merupakan Negara Miskin, Kini Jadi...
Nasib Qatar berubah 180 derajat setelah dia menemukan...

Dream – Beberapa hari terakhir Qatar menjadi perhatian dunia. Keputusan Arab Saudi dan enam negara di Timur Tengah lain yang memutuskan hubungan diplomatik membuat dunia terkejut.

Alasannya bukan main-main. Qatar dituding mendukung ekstremisme dan terorisme.

Dilansir dari BBC, Jumat 9 Juni 2017, negara ini menjadi pemain kunci, baik regional maupun global, dalam beberapa tahun belakangan ini. Hal ini ditandai dengan keberhasilan negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Siapa juga tak kenal stasiun televisi milik pemerintah, Al Jazeera yang memantapkan diri sebagai salah satu media internasional terkemuka. Di bidang politik, Qatar menjadi sponsor utama perundingan damai pihak-pihak yang bertikai di Afghanistan.

Kondisi ini jelas berbeda beberapa puluh tahun silam lalu saat Qatar. Bagaimana sebetulnya kondisi Qatar. Berikut penelusurannya.

 

1 dari 3 halaman

Ada `Harta Karun` di Qatar

Ada `Harta Karun` di Qatar © Dream

Beberapa dekade lalu, Qatar merupakan daerah nelayan yang masuk protektorat Inggris. Qatar merdeka pada 1971 dan tidak lama menemukan salah satu cadangan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) terbesar di dunia, nomor tiga setelah Rusia dan Iran.

Dengan cadangan LNG yang mencapai 900 triliun kaki kubik, Qatar menjadi eksportir LNG terbesar di dunia.

Penerimaan dari minyak dan gas membuat pendapatan per kapita rata-rata negara ini mencapai lebih dari US$100 ribu (Rp1,33 miliar), jauh melampaui Amerika Serikat dan Inggris.

 

 

2 dari 3 halaman

Beli Harrods dan Perkampungan Atlet London

Beli Harrods dan Perkampungan Atlet London © Dream

Pendapatan itu memungkinkan pemerintah menggratiskan biaya pendidikan, kesehatan, air, dan listrik. Pemerintah juga menyediakan bantuan perumahan untuk rakyat dan setiap warga dijamin mendapatkan pendidikan.

Qatar juga mengeluarkan dana 80 miliar poundsterling (Rp1.335,9 triliun) untuk membangun prasarana umum. Pendapatan yang melimpah juga memungkinkan pemerintah untuk melakukan ekspansi bisnis dan investasi di luar negeri.

Di Inggris, Qatar memiliki saham kepemilikan Shard di London—salah satu gedung tertingi di Eropa dan toko serba ada Harrords. Qatar juga punya kawasan bekas perkampungan atlet Olimpiade London, blok apartemen mewah di Hyde Park, dan sebagian kawasan keuangan di Canary Wharf.

3 dari 3 halaman

Sisi Gelap Qatar

Sisi Gelap Qatar © Dream

Di samping terkenal sebagai negara yang tajir, Qatar punya sisi lain. Salah seorang warga Qatar, Kaltham Al Ghanim, mengatakan Qatar kini menjadi kaum urban.

“ Kehidupan sosial dan ekonomi kami berubah. Banyak negara yang terpisah dan budaya konsumtif semakin menonjol,” kata Kaltham.

Lalu, banyak pembangunan baru di kawasan Doha untuk menggantikan bangunan lama. Belum ditambah dengan kemacetan lalu lintas.

Beri Komentar