Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ketua Watim MUI Din Syamsudin, Paling Kanan, Meminta Ulama Membantu Penyelesiaan Konflik Timur Tengah (Dream.co.id/Ilman)
Din Syamsudin meminta pemerintah segera menginisasi Sidang Darurat OKI.
Dream - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mendesak pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengadakan sidang darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Upaya ini, diperlukan untuk menghindari perpecahan sesama negara Islam menyusul pemutusan hubungan diplomatik negara-negara Arab dengan Qatar.
"Mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah islah dan mendesak Sidang Darurat OKI untuk menghindari perpecahan dan peperangan," kata Ketua Wantim MUI, Din Syamsuddin, di Gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Juni 2017.
Selain itu, Din juga menyerukan kepada negara-negara OKI untuk mewaspadai dan menolak upaya intrik politik proxy war, yang bercirikan politik saling curiga, saling menyudutkan dan menyalahkan.
Din mengingatkan kepada dunia internasional, untuk tidak memperkeruh suasana dengan isu diplomatis yang memecah-belah. Dia juga meminta negara-negara lain tidak membangun opini ke kawasan negara-negara Islam dan berpenduduk mayoritas muslim.
Upaya itu dilakukan agar kondisi semacam ini tidak dimanfaatkan oleh kekuatan politik anti-Islam di dunia.
Dalam kesempatan itu, Din juga meminta penyelesaian masalah di Timur Tengah dapat menggunakan prinsip musyawarah dengan semangat ukhuwah Islamiyah.
Dia juga menyerukan kepada rakyat dan ulama di masing-masing negara untuk menolak peperangan. Ulama, kata dia, sebaiknya mengajak umat pada kondisi damai.
Din mengajak umat Islam sedunia berdoa, agar persoalan negara-negara Timur Tengah itu dapat teratasi dan kondisi keamanan kembali pulih.
"Mengimbau kepada umat Islam sedunia agar melakukan doa qunut nazilah dalam bulan Ramadan ini untuk perdamaian dan keamanan dunia," ucap dia. 9ism)