Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Perbankan Syariah Di Indonesia Jauh Tertinggal Dari Malaysia. (Foto: Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan Malaysia. Padahal, potensi pertumbuhan bank syariah di Indonesia jauh lebih besar daripada negara tetangga.
Head Sharia Banking Maybank Indonesia, Herwin Bustaman mengatakan, pada dasarnya, perbankan konvensional Indonesia sedikit lebih unggul daripada Malaysia. Per Desember 2015, aset perbankan konvensional Indonesia tercatat Rp5.919 triliun, sementara aset perbankan konvensional Malaysia Rp5.707 triliun.
" Conventional banking di Malaysia itu hampir sama dengan di Indonesia," kata Herwin dalam acara " Maybank Journalist Training" di Jakarta, Rabu 15 Juni 2016.
Namun, kata dia, kondisi ini tidak terjadi untuk perbankan syariah di Indonesia. Pertumbuhan bank syariah di Indonesia tertinggal dari Malaysia.
Menurut data Maybank Indonesia, aset perbankan syariah di Indonesia sebesar Rp213,42 triliun, sedangkan di Malaysia sebesar Rp1.689,38 triliun. Aset asuransi syariah (takaful) di Indonesia sebesar Rp26,51 triliun, sedangkan di Malaysia sebesar Rp79,31 triliun.
" Aset takaful di Malaysia hampir tiga kali (besarnya) dari Indonesia," kata dia.
Padahal, kata Herwin, potensi pertumbuhan bank syariah di Indonesia jauh lebih besar daripada di Malaysia. Jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 250 juta orang, sedangkan di Malaysia sebanyak 30 juta orang.
" Mengapa populasinya sedikit, tapi pertumbuhannya tinggi?" kata dia.
Herwin menyebut ada dua penyebab perbankan syariah tumbuh tinggi di Malaysia. Pertama, angka penetrasi perbankan di Negeri Jiran cukup tinggi. Hampir 90 persen layanan keuangan menggunakan bank. Indonesia? Baru 40 persen yang menggunakan bank.
" Yang kedua, GDP (gross domestic product) di sana tinggi, yaitu US$24-25 ribu. Itu lebih banyak uang di sana. Daripada kita yang cuma US$11 ribuan," kata dia. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan