Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan dari Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani. Kedatangan pemimpin negara kaya Timur Tengah itu merupakan balasan dari kunjungan Jokowi dua tahun yang lalu.
Dilansir dari setkab.go.id, Kamis 19 Oktober 2017, Menteri Luar Negeri, Retno L. P. Marsudi, mengatakan pembicaraan Jokowi dengan Syekh Tamim fokus pada peluang kerja sama ekonomi. Ada dua hal yang dibicarakan oleh Jokowi.
“ Yang pertama mengenai masalah infrastruktur dan yang kedua adalah mengenai masalah tourism (pariwisata,red),” kata Retno di Bogor, Jawa Barat.
Kepada Emir Qatar, ujar Retno, presiden menceritakan soal pembangunan infrastruktur di Indonesia dan sejumlah proyek prioritas. Mendengar paparan Jokowi, Emir Qatar ini mengaku tertarik untuk berinvestasi dan meminta pemerintah Indonesia merinci pembangunan mana yang sesuai untuk investasi Qatar.
“ Demikian juga mengenai turisme. Turisme ini kan sebenarnya masalah 10 New Bali. Ini, kan, sudah terus disampaikan oleh Presiden kepada berbagai pihak. Ini juga diulang oleh Presiden," kata dia.
Tentang energi, Retno mengatakan fokusnya pada pembangunan pembangkit tenaga listrik sebagai follow up dari kunjungan Jokowi dua tahun yang lalu. Ketika itu, Indonesia menandatangani head of agreement.
Kini, tindak lanjutnya mengarah kepada penandatanganan share holder agreement PLTU Sumatera Bagian Utara dan floating storage regasification unit (FSRU).
Indonesia mencoba untuk mengajak Qatar bekerja sama untuk proyek-proyek ini. Dia mengambil contoh bahwa dirinya menandatangani joint commission yang segera mungkin akan ditindaklanjuti.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya