7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Maskapai Malaysia Airlines
Dream - Sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi inilah yang kini tengah dialami maskapai milik negeri Jiran, Malaysia Airlines.
Setelah dua kecelakaan yang menghebohkan industri penerbangan dunia, kini Malaysia harus menghadapi aksi mundur besar-besaran pekerjanya. Alasannya bermacam-macam.
Mengutip laporan emirate247, Kamis, 28 Agustus 2014, sekitar 200 kru kabin dilaporkan telah mengajukan pengunduran diri sebagai pekerja Malaysia Airlines. Sebagian mengaku khawatir dengan keselamatannya.
" Seiring munculnya kecelakaan MH17, terdapat pengunduran besar-besaran kru pesawat namun jumlahnya kini terus berkurang dan masih bisa diterima," ujar pernyataan manajemen.
Malaysia Airlines mengaku sebanyak 186 kru pesawat telah meninggalkan perusahaan sepanjang tujuh bulan terakhir. Tekanan keluarga seiring tragedi pesawat menjadi alasan terbanyak.
" Para pekerja kini takut terbang," ujar Sekjen Serikat Pekerja Malaysia Airlines, Abdul Malek Ariff.
Berkurangnya jumlah kru memaksa para pegawai Malaysia Airlines bekerja lembur hampir 12 jam sehari. Manajemen sendiri mengklaim akan berupaya memberikan dukungan emosi dan psikologis bagi para pegawainya.
Pada bagian lain, perusahaan pengelola keuangan Malaysia, Khazanah Nasional, kini tengah berupaya menyelamatkan maskapai kebanggaan negeri jiran tersebut.
Khazanah diharapkan segera mengumumkan serangkaian upaya restruktursasi termasuk langkah pemangkasan jumlah tenaga kerja dan mengurangi rute-rute internasional yang tak menguntungkan.
Malaysia Airlines saat ini tengah bergulat dengan berbagai cobaan termasuk kerugian US$ 1,3 miliar yang sudah ada sejak tiga tahun terakhir sebelum terjadinya kedua musiban tersebut.
Pada kuartal pertama tahun ini, maskapai ini melaporkan rugi bersih sebesar US$ 137 juta akibat berkurangnya jumlah penumpang. Kerugian ini merupakan rugi kuartal selama lima kali berturut-turut.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?