Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
© MEN
Dream - Kementerian Agama mengimbau munculnya modus penempelan stiker QRIS palsu di lingkungan masjid takkan mengurangi rutinitas masyarakat dalam bersedekah dan infak. Kasus yang terjadi seharusnya jadi pelajaran untuk lebih cermat dalam penggunaan QRIS.
Imbauan tersebut disampaikan Kasubdit Kemasjidan, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Akmal Salim Ruhana menyusul viralnya aksi seorang pria menempel stiker QRIS di sejumlah masjid di Jakarta.
Akmal berpesan para jemaah harus terlebih dahulu memastikan bahwa rekening tujuan yang tertera di aplikasi pemindai barcode itu adalah rekening masjid, bukan atas nama perorangan.
" Umat atau jemaah masjid perlu lebih cermat saat hendak berinfak melalui QRIS. Cek nama rekening tujuan. Tentu sama dengan nama masjid, bukan nama seseorang. Pastikan hal itu," tegasnya.
Akmal menegaskan, aksi pemalsuan barcode tersebut merupakan tindak kriminal pencurian dana umat. Pasalnya, infak jemaah tidak terkirim ke rekening masjid melainkan masuk ke rekening pelaku.
" Ini jelas kriminal, penipuan dan pencurian dana umat," ujar Akmal saat dihubungi wartawan, Selasa 11 April 2023.
Ia mengatakan, terjadinya kasus itu menjadi pelajaran bagi jemaah untuk lebih cermat dan tidak dijadikan alasan untuk tidak berinfak di masjid.

Selain itu, Akmal berharap atas terjadinya kasus ini juga dapat mendorong para pengurus masjid agar terus meningkatkan penguasaan teknologi digital.
" Kasus ini mudah-mudahan memberi pelajaran untuk kita lebih waspada dan melek teknologi, bukan menjadi alasan enggan berinfak di masjid. Digitalisasi keuangan masjid (dengan penggunaan QRIS) yang berfungsi untuk transparansi keuangan masjid perlu terus diupayakan," pungkasnya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
