Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pernah Merasa Gaji Terlalu Sedikit, Padahal Sudah Banyak Lembur? (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, pernahkah merasa gaji yang diterima terlalu sedikit? Sudah bekerja keras dan lembur, tapi gaji masih segitu-gitu saja?
Sekadar mengingatkan, jika membiarkan perusahaan mempekerjakan kamu terlalu keras, namun tak memberikan bayaran yang setimpal, itu artinya membiarkan mereka mengeksploitasi kamu. Padahal, karyawan ini memiliki nilai, terlebih jika karyawan tersebut berkualitas tinggi, tetapi bayarannya minim.
Lalu, apa yang harus dilakukan jika bekerja terlalu keras—bahkan sampai lembur berjam-jam—tetapi bayarannya kecil?
Dilansir dari The Muse, Selasa 10 Oktober 2017, ada empat cara yang bisa dilakukan. Yang pertama, bernegosiasi untuk mendapatkan uang lebih banyak. Dengan cara ini, kamu bisa meminta atasan untuk menaikkan gaji berdasarkan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan.
Cara yang kedua, meminta kesetaraan gaji. Rasanya tidak adil jika karyawan yang telah bekerja keras dan hasil pekerjaannya bagus, mendapatkan bayaran di bawah karyawan yang hasil pekerjaannya biasa saja.
Cara ketiga adalah mencari pekerjaan baru. Jika perusahaan tidak bisa memahami kondisi dan pekerjaan kamu, lebih baik mencari-cari pekerjaan baru yang memberikan bayaran lebih tinggi untuk posisi yang sama. Jika sudah menemukan yang dicari, kamu bisa mengundurkan diri dari perusahaan. Tapi, ingat, jangan sampai perusahaan tahu bahwa kamu sedang mencari-cari pekerjaan lain.
Cara yang terakhir adalah resign. Cara ini merupakan cara terakhir jika pembicaraan negosiasi gaji tidak mentok. Katakanlah dengan sopan dan baik kepada atasan bahwa kamu memilih mundur karena masalah gaji yang minim, padahal sudah bekerja sangat keras. Jangan lupa menawarkan diri untuk melatih “ penerus” sebelum kamu mundur.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya