5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream – Lagi-lagi indeks saham syariah ditutup memerah. Pelemahan indeks ini dipicu oleh aksi jual oleh investor asing.
Penguatan yang dialami emiten-emiten sektor pertambangan tak sanggup melawan aksi jual oleh pelaku pasar di lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 7 Oktober 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,653 poin (0,37%) di level 177,322. Sementara indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,306 poin (0,71) di level 738,325.
Selama perdagangan hari ini, saham syariah yang diperjualbelikan sebanyak 25,32 miliar lembar saham dengan senilai Rp3,42 triliun. Tercatat 89 saham syariah ditutup menguat dan 80 penghuni ISSI lainnya bergerak turun.
Memerahnya kedua indeks ini tak lain dipicu maraknya aksi jual investor asing. Tercatat sebanyak dana Rp762,75 miliar yang keluar dari pasar modal Indonesia. Angkanya jauh lebih besar daripada aksi jual saham yang dilakukan pada Kamis 6 Oktober 2016 yang sebesar Rp75,04 miliar.
Emiten-emiten yang menjadi motor penggerak perdagangan hari ini adalah emiten sektor pertanian yang indeksnya naik 18,767 poin, sektor pertambangan 12,521 poin, dan industri dasar 3,330 poin.
Saham-saham syariah top gainer yang menjadi buruan investor adalah saham AALI yang harganya naik Rp325, INTP Rp250, dan PTBA Rp200. Sedangkan yang menjadi top losser adalah UNVR yang turun Rp675, LPPF Rp550, dan ASII Rp150.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah di kisaran Rp12.997 per dolar AS. Kurs ini melemah 8 poin (0,06%). Hari ini, rupiah sempat menyentuh level tertinggi di level Rp12.989 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
