ISSI Terpeleset, Indeks Bluechips Syariah Naik Tipis

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Oktober 2016 16:20
ISSI Terpeleset, Indeks Bluechips Syariah Naik Tipis
Indeks saham bluechips syariah berhasil bertahan di zona positif meski menguat tipis

Dream - Indeks saham syariah memerah pada penutupan perdagangan, Selasa, 4 Oktober 2016. Pelaku pasar sempat cemas dengan krisis yang menghadang bank besar Eropa, Deutsche Bank yang dikhawatirkan berimbas pada bursa saham dunia. 

Pada penutupan perdagangan kali ini, indeks Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 0,043 poin (0,02%) ke level 180.504. Padahal, ISSi sempat dibuka di zona hijau dan menyentuh level tertinggi di kisaran 181,138.

Kondisi berkebalikan justru dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski berulang kali mengalami koreksi, indeks JII naik tipis 0,095 poin (0,01%) ke level 756.690.

Kecemasan investor akan Deutsche Bank diakui sempat mereda. Namun, hal ini tidak membuat indeks Hang Seng bergairah. Kondisi ini membuat aksi beli saham investor di Indonesia menurun. 

Data perdagangan IHSG mencatat investor asing hari ini justru melakukan aksi jual dengan nett sell mencapai Rp 180 miliar. 

Namun aksi jual justru tak terjadi di dua indeks acuan saham syariah. Indeks JII mencatat nett buy Rp 270 miliar sementara ISSI mencatat aksi beli bersih saham asing hingga Rp 220 miliar. 

Sebanyak 28,52 juta lembar saham syariah jadi objek transaksi pemodal dengan nilai transaksi Rp4,49 triliun. Ada 77 saham syariah yang ditutup menguat, sedangkan 106 saham syariah bergerak melemah. 

Emiten-emiten yang menjadi motor penggerak bursa saham Indonesia kali ini berasal dari emiten sektor industri aneka yang menguat 1,17 persen, sektor manufaktur naik 0,8 persen, dan sektor konsumer naik 0,79 persen.

Selama perdagangan hari ini, saham bluechips syariah yang paling diminati investor dan menjadi top gainer adalah saham PTBA yang nilai sahamnya Rp10.275 per lembar saham, naik Rp 325 (3,27%), SMGR naik Rp 275 menjadi (2,64%) Rp10.675, dan AKRA yang naik Rp 150 menjadi Rp6.650 (2,31%).

Sementara di jajaran top losser bertengger saham INCO yang harganya turun 5,43 persen menjadi Rp2.960, INDF (2,46 persen) menjadi RpRp8.925, dan LSIP yang harga sahamnya turun 1,92 persen menjadi Rp1.530.

Di pasar uang, nilai tukar rupiah ditutup menguat 17 poin di kisaran Rp12.966 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level terendah hari ini di kisaran Rp13.015 per dolar AS.

 

Beri Komentar