Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menteri Perdagangan (Mendag) Rahmat Gobel mengklaim harga bahan makanan jelang Ramadan belum mengalami kenaikan. Pemerintah berdalih stabilnya harga dipicu pasokan makanan yang mencukupi.
“ Saya sudah minta kepada produsen agar mereka bisa mengontrol produknya sampai ke pasar dengan harga yang ditentukan oleh produsen. Itu harus,” ujar Rahmat Gobel dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 16 Juni 2015.
Rahmat mengakui sejumlah bahan makanan seperti telur dan daging ayam memang mengalami kenaikan harga. Namun dirinya berdalih kenaikan itu sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.
“ Mereka mencoba memanfaatkan momen (Ramadan) untuk menaikkan harga,” tambahnya.
Pemerintah berjanji akan mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan makanan pokok di bulan puasa. Termasuk melawan aksi para spekulan. Pemerintah berharap adanya bantuan para produsen untuk mengontrol barang-barang mereka hingga sampai ke pasar bisa mencegah para pengerek harga tersebut.
Metode penetapan harga oleh produsen, ujar Rahmat, merupakan cara efektif dalam proses distribusi. Diharapkan strategi ini bisa menjamin tidak terjadinya kenaikan harga yang memberatkan konsumen.
“ Karena tidak bisa produsen itu langsung melepas begitu saja kepada pedagang, sebab di situ lah masalahnya, muncul yang namanya spekulan dan mengapa harga itu jadi naik,” kata Rahmat.
Menurut Rahmat, proses distribusi barang dari produsen kepada pedagang dapat mencontoh apa yang selama ini dilakukan oleh perusahaan manufaktur besar. Yakni dengan menetapkan harga secara langsung ke pedagang.
“ Dengan demikian, produsen bisa menghitung berapa keuntungan sebenarnya,” pungkas Rahmat Gobel.
Baca Juga:
8 Cara Khatam Quran Selama Ramadan
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1436 H-2015 M
Tatkala Prajurit TNI Berlomba Lantunkan Alquran dengan Merdu
Gambang Kromong Siap Gebrak Ramadhan Jazz
RTV: Cantik dan Pintar di Ramadan Kareem
Meski Hamil, Nina `Noura` Antusias Sambut Ramadan
Sebuah SD di Inggris Larang Siswa Puasa Selama Ramadan
3 Waktu Utama Dikabulkannya Doa Saat Ramadan
Noura: `Kekasih Halal` hingga `Cinta Hanya Sekali`
Ini Titik-titik Lokasi Pengamatan Hilal
Negara Arab Libur Lebih Pendek Dibanding Indonesia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya