Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Pengembangan surat utang syariah (sukuk) di Indonesia memang cukup menggembirakan. Namun, industri sukuk di Tanah Air masih terhambat beberapa hal salah satunya adalah kurangnya pemahaman soal sukuk.
Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut banyak investor yang kesulitan membedakan sukuk dan surat utang konvensional atau obligasi.
" Banyak investor individual yang belum paham soal sukuk. Banyak yang tidak tahu bedanya sukuk dengan obligasi," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Sarjito, dalam acara " 41th Annual Meeting Islamic Development Bank (IDB) Group" di Jakarta, Selasa 17 Mei 2016.
Sarjito mengatakan persepsi pemain pasar pun menjadi tantangan untuk mengembangkan sukuk. Dikatakan bahwa pemain pasar menganggap sukuk lebih mahal daripada obligasi dan sukuk hanya bisa diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan syariah.
Masalah pajak pun menjadi tantangan pengembangan sukuk. Bahkan, Kementerian Keuangan mengatakan, kata dia, pemain pasar meragukan regulasi dan perpajakan sukuk.
" Ini perlu ada kejelasan dan klarifikasi," kata dia.
Yang terakhir, Sarjito mengatakan pasar sekunder sukuk mengalami masalah likuiditas. Hal ini disebabkan oleh investor yang menahan sukuk sebelum jatuh tempo, kurangnya pembuat pasar sukuk, dan bank sentral hanya ingin membeli sukuk repo yang dikeluarkan pemerintah daripada sukuk korporasi.
" (Penerbitan) sukuk ini biasa dilakukan oleh pemerintah, tapi rumit untuk swasta," kata dia.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?