Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Dream - Indonesia berpotensi menjadi pemain besar bisnis surat utang syariah (sukuk) dunia, bersaing dengan negara-negara Timur Tengah. Terlebih, saat ini, Indonesia tercatat sebagai penerbit sukuk innternasional terbesar di dunia.
“ Kita bangga sekarang Indonesia adalah issuer dari sovereign sukuk yang terbesar di dunia,” ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai menerima Penghargaan Tokoh Syariah 2015 dari Majalah Investor seperti dikutip dari laman situs Kementerian Keuangan, Jumat, 21 Agustus 2015.
Dalam beberapa kali penerbitan, misalnya, sukuk global terbitan Pemerintah Indonesia selalu mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Hal ini menunjukkan bahwa sukuk global memiliki banyak peminat di pasar internasional.
“ Global sukuk yang terakhir kita juga punya prestasi yang ditandai dengan oversubscribed yang cukup bagus, harga yang cukup baik, dan yang paling penting sukuk ini sekarang listed di dua perusahaan, satu yang tradisional adalah perusahaan di Singapura, dan yang baru nanti Insya Allah adalah perusahaan di Dubai,” tambahnya.
Selain itu, sukuk negara ritel juga sudah menjadi salah satu produk yang dicontoh oleh negara-negara lain. Dengan berbagai pencapaian tersebut, Bambang berharap, sukuk Indonesia dapat bersaing tidak hanya dengan Malaysia atau sebagian negara di Eropa, tetapi juga langsung berhadapan dengan negara-negara Timur Tengah.
“ Harapannya ke depan Indonesia akan menjadi pemain sukuk yang penting di dunia, bersaing tidak hanya dengan Malaysia atau beberapa negara Eropa, tetapi langsung head to head dengan negara-negara di Timur Tengah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan perkembangan sukuk di Indonesia yang semakin baik, dari yang 100% ber-underlying asset mengarah ke underlying project. Ke depan diharapkan sukuk Indonesia bisa fully asset based.
“ Saya happy karena sukuk kita progressing. Progresnya di global sukuk kemarin, ada wakalah, sebagian dari underlying-nya adalah project, termasuk project yang akan dibiayai oleh sukuk tersebut,” pungkas Bambang.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa