Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Indeks saham syariah berbalik menguat setelah mengawali awal pekan dengan kurang menggembirakan. Sentimen positif dari kenaikan cadangan devisa Indonesia mendorong investor lokal melantai di bursa saham.
Meski masih mencetak nett sell, pemodal asing di lantai bursa juga mulai mengerem aksi jual sahamnya dengan jual bersih Rp 207 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 11 Oktober 2016, dua indeks acuan saham syariah ditutup menguat. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menghijau di level 178,164 atau menguat 0,904 poin (0,51%). Sementara itu, indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turut menguat di kisaran 740,794 atau naik 4,169 poin (0,57%).
Selama perdagangan hari ini, saham syariah yang diperjualbelikan mencapai 29,62 miliar lembar saham senilai Rp3,99 triliun.
Aksi beli pelaku pasar sukses mendorong 83 emiten syariah ditutup naik, disusul 96 saham yang turun, 59 saham stagnan, dan 78 saham tidak diperdagangkan.
Emiten-emiten yang menjadi penggerak perdagangan hari ini berasal dari sektor pertambangan yang naik 1,79 persen, sektor konsumsi 1,10 persen, dan manufaktur yang naik 0,77 persen.
Berbeda dengan IHSG yang tertekan aksi jual di sektor keuangan, pemodal asing justru mencetak nett buy untuk indeks ISSI Rp 172 miliar sementara di jajaran saham bluechips syariah tercatat aksi beli bersih Rp 49 miliar.
Saham-saham bluechips syariah pencetak top gainer kali ini dihuni UNVR yang naik Rp650, UNTR Rp600, PTBA Rp475, INDF Rp 200, dan ICBP Rp 175 per saham.
Di jajaran top losser, bertengger saham-saham LPPF yang turun Rp500, SMGR Rp300, INTP Rp 125, AALI Rp 75, dan MIKA Rp 30 per lembar.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah bergerak melemah. Sore ini, kurs rupiah terhadap dolar AS turun 22 poin (0,17%) di level Rp12.999 per dolar AS. Padahal, rupiah sempat menguat di level Rp12.964 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya