Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dua Indeks Syariah Terkoreksi Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini.
Dream - Langkah indeks syariah mencetak rekor baru di tahun 2017 untuk sementara terhenti. Minimnya sentimen positif yang diterima pelaku pasar membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) bergerak melemah.
Pelemahan dua indeks acuan saham syariah ini dipicu aksi beli pemodal lokal yang mulai berkurang. Sebaliknya, pemodal asing masih mencetak aksi beli bersih pada saham-saham syariah.
Pada penutupan perdaganan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 20 Maret 2017, indeks ISSI terkoreksi 0,4000 poin (0,22%) ke level 178,600. Begitu pula dengan indeks bluechip syariah, JII yang melemah 1,584 poin (0,22%) ke level 717,299.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini juga cenderung berkurang. Dengan 79,5 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah hingga sesi paska penutupan mencapai Rp 4,68 triliun.
Meski sepi, pemodal asing justru mencetak nett buy di dua indeks syariah. Di jajaran ISSI, nett buy asing mencapai Rp369 miliar.
Laju indeks sektoral kali ini juga bergerak variatif. Indeks sektor industri dasar, industri aneka, dan keuangan berhasil menahan laju koreksi indeks bursa saham Indonesia dengan menguat 0,3 persen, 0,59 persen, keuangan 0,27 persen.
Penguatan indeks sektoral tak melwan koreksi yang dialami indeks sektor perdagangan yang turun paling dalam hingga 0,68 persen, diikuti properti 0,67 persen, dan pertambangan 0,57 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer yang menjadi favorit investor adalah SILO Rp250, SMGR Rp125, AKRA Rp100, MIKA Rp30, dan ASII Rp25.
Sebaliknya, emiten bluechip syariah top loser adalah saham UNTR yang harganya turun Rp925, INDF Rp150, AALI Rp100, LPPF Rp100, dan PTBA Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 48 poin (0,36%) ke level Rp13.297 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya