Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Belanja iklan perusahaan di sejumlah media, televisi hingga digital semakin meningkat di 6 bulan pertama tahun 2022. Nielsen Ad Intel merujuk gross rate card melaporkan total belanja iklan pada semester I-2022 mencapai Rp135 Triliun atau naik sebesar 7 persen.
Gross rate card sendiri adalah penghitungan tanpa memasukkan diskon, promo, paket dan lainnya.
Media televisi masih mendominasi sebagai penerima belanja iklan terbanyak sebesar Rp107,5 triliun dengan porsi 79,2 persen dan pertumbuhan 8 persen. Disusul platform digital yang mengambil porsi sampai 15,2 persen dengan kenaikan lebih dari 6 persen. Total belanja iklan di media digital mencapai Rp20,5 triliun.
Merujuk pada sektornya, belanja iklan didominasi produk FMCG dan e-commerce dengan dua tipe saluran media berbeda. Sektor FMCG banyak beriklan di televisi sedangkan e-Commerce di saluran digital.
Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia menyatakan alokasi belanja iklan yang mengalami pertumbuhan ini menunjukkan optimisme dari para pengiklan yang cukup tinggi di tengah transisi pandemi.
“ Khususnya untuk saluran televisi dan digital masih dipercaya menjadi kanal yang efektif untuk mempromosikan produknya ke publik,” kata Hellen Katherina, di Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2022.
Secara umum ada top lima kategori yang menjadi kotributor belanja iklan tersebut dengan porsi mencapai 35 persen dari total angka belanja iklan. Kelima kategori tersebut adalah layanan online sebagai pembelanja iklan terbesar dengan alokasi Rp25,5 triliun atau 69 persen.
Kedua, kategori Hair Care dengan pertumbuhan 20 persen dan total belanja iklan sebesar Rp6,9 triliun. Lalu, kategori Facial Care meskipun turun sebesar 7 persen dengan total belanja iklan 6,5 triliun.
Kemudian, kategori Seasoning, Condiments yang sama-sama turun sebesar 2 persen dengan total belanja iklan 4,5 triliun. Kelima, ada kategori Goverment, Politic Organization yang naik signifikan sebesar 13 persen dengan total belanja iklan Rp4,4 triliun.
Sementara itu masuk dalam top 20, tiga kategori mengalami kenaikan tertinggi. Ada kategori mineral water yang menempati peringkat 14 dengan kenaikan melesat sebesar 104 persen. Laundry cleanser & softener berada di urutan 9 dengan kenaikan 35 persen.
Kemudian kategori Vitamin, Tonic, Essence yang berhasil naik sebesar 25 persen yang berada di peringkat 12.
Penurunan tertinggi di top 20 terjadi pada dua kategori yakni Communication Equipment yang turun 28 persen, menempati peringkat 16. Dan Health Drink berada di peringkat 18 yang turun sebesar 20 persen.
Director Client Lead Nielsen Indonesia, Selly Putri mengatakan meningkat dan menurunnya dalam kategori tersebut juga berpengaruh dari situasi pandemi.
Top pengiklan FMCG yang mengandalkan TV diantaranya Unilever, Valoran, Mayora, P&G, Wings, Indofood, Nestle, Lazada, dan Garena (Shopee).
Sementara itu top pengiklan e-commerce yang memenuhi platform digital adalah Valoran, Lazada, Blibli, Garena (Shopee) dan Nestle.
Adapula top 3 produk yang baru muncul diantaranya Sunsilk Soft&Smooth, SGM Family Yummi-Nutri, dan Sosoft.
" Untuk semester pertama tahun 2022 ini, bisa dikatakan bahwa pengiklan sudah mulai menunjukkan rasa percaya diri untuk kembali beriklan. Hal ini menunjukkan bahwa industri mulai pulih pasca pandemi," kata Helen.
Meskipun begitu Helen mengatakan masih ada kehati-hatian bagi para pengiklan untuk meluncurkan produk baru dan juga para pengiklan mulai menggunakan strategi campaign yang lebih pendek untuk tema-tema tertentu.
Riset ini memonitor 15 stasiun televisi, 161 media cetak, 104 radio, 200 sites dan 3 social media, serta roadside di Jakarta.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A