Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Komite Nasional Ekonomi Dan Keuangan Syariah (KNEKS) Menilai Pembiayaan Syariah Bersaing Dengan Konvensional. (Foto: Shutterstock)
Dream – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan pembiayaan syariah mampu bersaing dengan lembaga keuangan konvensional. Salah satu keunggulan pembiayaan syariah aalah tingkat marjin yang semakin membaik,
Bahkan KNEKS melaporkan bank syariah besar seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk sudah bisa bersaing dengan bank konvensional dalam memberikan marjin kepada nasabahnya.
“ Perlu dilihat lagi. Tingkat marjin pembiayaan syariah saat ini sudah kompetitif, terutama di bank besar,” kata Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat 21 Mei 2021.
Emir menjelaskan, masih adanya margin pembiayaan di bank syariah yang cukup tinggi bukan dikarenakan sistem bisis yang dijalankan. Penentuan marjin lebih berpatokan kepada aspek ekonomi seperti ukuran atau size dari bank syariah dan struktur dana pahak ketiga yang mungkin masih banyak berasal dari dana-dana mahal seperti deposito.
Baru-baru ini, Ustaz Yusuf Mansur (UYM) yang juga investor saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mengkritik perbankan syariah yang masih menawarkan pembiayaan yang cukup tinggi dibandingkan dengan perbankan konvensional.
Hal ini dinilai menyebabkan pembiayaan di perbankan syariah sulit untuk diakses oleh masyarakat luas. Padahal, bank syariah harusnya bisa menyentuh lapisan masyarakat bawah.
“ Ini baru permulaan, saya mau buka mahalnya pembiayaan dibandingkan konvensional, biar masyarakat melek,” kata dia dalam keterangan lewat akun Instagram, @yusufmansurnew.
Terkait komentar Yusuf Mansur, Emir tak mau mengomentarinya secara langsung. Namun, di luar itu masih banyak ulama yang menganjurkan untuk mendukung perbankan syariah. Bank, lanjut dia, adalah entitas yang sangat penting dalam perekonomian. Namun, yang kurang sesuai dari bank konvensional adalah model operasinya yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh syariah.
“ Oleh karena itu, yang perlu diubah adalah mode operasi banknya. Itulah alasan kenapa muncul bank syariah di dunia,” kata dia.
Mahal, lanjut Emir, adalah deskiripsi sempit dalam menilai kinerja bank syariah. Emir menyarankan untuk memilih bank syariah untuk menghindari riba dan unsur-unsur lain yang dilarang syariah.
“ Itu bagian dari syariat Islam. Pilihan kita mesti sesuatu yang baik menurut kacamata Allah SWT. Itu yang harusnya menjadi perhatian utama dalam memilih bank syariah,” kata dia.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu