Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menutup Akhir Pekan, Indeks Syariah Justru Terbakar.
Dream - Bursa saham Indonesia dibuat tak berdaya oleh aksi jual pemodal asing. Sentimen perang dagang yang ditabuh Amerika Serikat dan China membuat pelaku pasar cemas. Tak kurang dari Rp1 triliun dana asing ditarik dari lantai bursa Indonesia.
Sentimen negatif tersebut membuat seluruh indeks sektoral berguguran termasuk dua indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 23 Maret 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 1,057 persen (0,57%) ke level 182,866. ISSI sudah melemah sejak awal perdagangan saat turun ke level 180,404.
Dengan aksi jual asing dan enggannya pelaku pasar lokal melantai, praktis ISSI mendekam seharian di zona merah.
Tekanan lebih besar terjadi pada indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dengan 19 saham unggulan syariah yang rontok, JII ditutup melemah 6,301 poin (0,88%) ke level 706,235.
Transaksi jual beli saham syariah sedikit berkurang jelang libur akhir pekan ini. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, tercatat 61,54 juta saham beralih pemilik dengan dana bergulir sampai Rp4,39 triliun.
Pemodal asing yang kemarin sempat mengerem aksi jualnya, kini berbalik dilanda kepanikan. Posisi asing yang kemarin mengoleksi saham syariah kini berbalik menjadi jual bersih senilai Rp369 miliar. Peningkatan cukup terasa pada bluechips syariah dimana nilai jual bersih asing meningkat dua kali lipat menjadi Rp386 miliar.
Seluruh indeks sektoral ditutup melemah dengan koreksi terdalam terjadi pada emiten barang konsumsi sebesar 1,10 persen, industri dasar 1,08 persen, dan manufaktur 1,01 persen.
Di tengah tekanan jual investor, sebagian saham-saham bluechip syariah masih dilirik investor dan menghuni daftar top gainer. UNVR memimpin penguatan usai harga sahamnya terangkat Rp225, diikuti TPIA Rp75, WIKA Rp15, dan PGAS Rp10.
Sebaliknya, top losser indeks JII dihuni saham UNTR yang melemah Rp700, LPPF Rp375, SMGR Rp375, AKRA Rp175, dan INCO Rp150.
Tak berbeda dengan pasar modal, kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar uang juga mengalami tekanan. Mata uang negeri Paman Sam pada sore ini menguat 33 poin (0,24) ke level Rp13.788. Rupiah bahkan sempat kembali menyentuh level 13.800 per dollar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya