Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Andria Zafirakou (baju Pink) Bersama Anak Muridnya. (Foto: The Times)
Dream – Seorang guru di Inggris menyabet gelar guru terbaik di dunia, Global Teacher Award 2018. Dia mendapatkan hadiah sebanyak US$1 juta (Rp13,76 miliar).
Dilansir dari Asia One, Senin 19 Maret 2018, namanya Andria Zafirakou. Wanita ini mengajar di salah satu sekolah di kawasan termiskin di Inggris.
Guru seni dan tekstil di Alperton Community College Brent ini berhasil menyingkirkan 30 ribu kandidat lainnya di seluruh dunia.
Pemimpin Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dan Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengucapkan selamat bagi Zafirakou. Dalam cuitannya, Maktoum menggambarkan guru adalah pekerjaan yang terbaik dan guru-guru sebagai bintang.
“ Selamat bagi Andria Zafirakou telah memenangkman Global Teacher Award,” cuit dia.
Lalu, May, dalam broadcast pesan video di acara ini mengatakan, seorang guru yang terbaik memerlukan ketahanan, kecerdikan, dan murah hati. Inilah yang harus dibagikan kepada semua anak murid setiap hari.
“ Jadi, terima kasih banyak atas yang semua yang telah dilakukan dan terus-menerus dilanjutkan,” tulis dia.
Brent, daerah Zafirakou mengajar, merupakan area yang berbeda etnis dan “ kurang menguntungkan” dan banyak anak muridnya yang berasal dari rumah-rumah miskin.
Daerah ini juga penuh dengan kekerasan geng dan dia menghadapi tugas yang menakutkan untuk mengajar di daerah ini.
“ Tapi, di seluruh sekolah dan di jalanan dia mendorong perubahan,” ujar panitia penyelenggara.
Zafirakou bekerja sama dengan polisi untuk merekrut calon murid yang potensial dan mendesain ulang kurikulum sekolah untuk bisa menyesuaikan diri dengan siswa-siswa yang berasal dari keberagaman etnis.
Dia juga menyusun jadwal sekolah untuk memungkinkan olah raga khusus anak perempuan. Wanita ini menggunakan 35 bahasa untuk menyapa murid-muridnya.
“ Hasilnya, tim kriket wanita memenangkan juara,” kata panitia.
Zafirakou akan mendapatkan hadiah sebesar US$1 juta dari Yayasan Varkey, penyelengggara Global Teacher Award 2018. Pemenang akan mendapatkan uang ini secara bertahap dalam waktu 10 tahun dengan syarat dia harus mengajar setidaknya lima tahun. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya