Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Seorang Wanita Melintas Di Depan Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Dream - Dua indeks syariah tidak kompak dalam penutupan perdagangan hari ini, Senin 10 April 2017. Indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang ditutup melemah tak bisa mengikuti laju Indeks Saham Syarah Indonesia (ISSI) yang justru bergerak naik.
ISSI sendiri baru bisa menembus zona positif di menit-menit terakhir perdagangan. Munculnya aksi beli jelang penutupan berhasil mendorong ISSI yang sempat bergerak melemah.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat ISSI naik tipis 0,019 poin (0,01%) ke level 181,718. ISSI membuka pembukaan perdagangan di zona positif usai menguat ke level 181,778.
Namun di tengah perjalanan, ISSI tak kuasa menahan tekanan jual sehingga mendorongnya masuk zona negatif.
Lain halnya dengan indeks bluechip syariah, JII. Awalnya, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini dibuka menguat di level 724,202. Namun, laju JII terus merosot hingga penutupan. Pada penutupan, indeks itu turun 2,760 poin (0,38%) di level 721,056.
Transaksi perdagangan saham syariah juga sedikit berkurang di perdagangan awal pekan ini. Dengan 61,12 juta saham yang beralih tangan, transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp 3,48 triliun.
Investor asing tercatat masih melakukan aksi beli saham syariah. Namun secara nilai, nett buy asing mengalami penurunan. Hari ini asing mencatat beli bersih sebesar Rp 323 miliar, turun separuhnya dari perdagangan akhir pekan lalu.
Sepanjang perdagangan, mayoritas indeks sektoral memang bergerak melemah. Koreksi indeks tertinggi ada indeks pertanian sebesar 1,72 persen, properti 1,18 persen, dan pertambangan 0,76 persen.
Penguatan indeks terjadi pada sektor industri dasar yang menguat 0,45 persen, industri aneka 0,72 persen, dan manufaktur 0,16 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah penghuni top gainer hari ini adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp225, UNVR Rp200, INTP Rp150, SMRA Rp35, ASII Rp25.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah top loser yang menjadi incaran investor adalah SMGR yang harga sahamnya turun Rp200, PTPP Rp120, UNTR Rp100, ADHI Rp80, dan AALI Rp75.
Dari pasar uang, rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukarnya menguat 56 poin (0,425) ke level Rp13.274 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya